Kemarau, Sawah di Galus Mulai Kekeringan

oleh

BLANGKEJEREN – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Gayo Lues (Galus) mulai berdampak pada kekeringan areal persawahan. Padahalareal persawahan itu baru saja selesai ditanami warga beberapa pekan terakhir.

Informasi yang diperoleh Serambi dari sejumlah petani, areal persawahan mulai dari Kecamatan Kutapanjang, Blangjerango, dan beberapa kecamatan lainnya mulai terlihat mengering. Para petani mengaku kesulitan untuk mengairi areal persawahan mereka karena debit air yang mulai berkurang.

“Kami terpaksa harus begadang untuk menjaga agar air dipastikan bisa mengalir ke sawah kami,” ungkap seorang petani di Kecamatan Kutapanjang, Budi, kepada Serambi, Minggu (12/5).

Peluang untuk dapat air dikatakannya, hanya pada malam hari, sebab jika siang, volume air yang mengalis ke sawah mereka sangat sedikit, bahkan nyaris kering. Inilah yang menjadi kekhawatiran petani, sebab di sisi lain, tanaman padi tersebut masih berumur muda dan membutuhkan banyak air. “Jika kekeringan ini berlanjut, bisa-bisa tanaman padi kami itu mati semua. Bisa gagal tanam,” keluh petani lainnya.(c40) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!