Berburu Ikan Karang Sambil Menikmati Wisata Alam Pantai Ujong Serangga Abdya

oleh

Berburu Ikan Karang Sambil Menikmati Wisata Alam Pantai Ujong Serangga Abdya Selama Ramadhan

Uri.co.id, BLANGPIDIE – Ujong Serangga lokasi hamparan pantai masuk kawasan Gampong Padang Baru, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). 

Di kawasan ini sudah lama beroperasi dermaga Pelabuhan Susoh, meskipun sangat jarang disinggapi kapal, dan dermaga Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Serangga, sangat sibuk aktivitas para nelayan.

Sebagai lokasi pendaratan ikan, PPI Ujong Serangga ramai pengujung waktu pagi, siang dan sore atau sesuai jadwal para nelayan membawa pulang ikan hasil tanggapan di laut lepas.

Ujong Serangga punya keindahan objek wisata cukup menawan yang menjadi daya tarik pengunjung.

Tak pelak, selama Ramadhan 1440 H/2019 M, Ujong Serangga menjadi lokasi favorit untuk dikunjungi.

Sejak pagi sekali, Pantai Ujong Serangga ramai pengujung, bukan saja warga Susoh, banyak datang dari Blangpidie karena letaknya tidak begitu jauh, hanya sekitar 3 km.

Selama Ramadhan, selepas shalat subuh, warga ramai-ramai mengalir ke lokasi Ujong Serangga.    

Para kaum muda datang ke lokasi menikmati destinasi wisata pantai Ujong Serangga.

Tidak sedikit orang dewasa dan orang tua tumpah ke lokasi untuk membeli ikan yang masih segar, terutama ikan karang yang beragam jenis.

Ikan karang oleh warga setempat dinamakan, rambe, bandi, nenas, capai serta kerapu atau ikan karang yang sudah umum dikenali tersedia di sini.    

Berburu ikan karang sambil menikmati keindahan objek wisata pantai sangat menyenangkan bagi sebagian warga Susoh, Blangpidie dan sekitarnya selama bulan Ramadhan.

Warga beragam usia, termasuk kaum ibu memadati dermaga PPI Ujong Serangga pada pagi hari, mereka menunggu nelayan yang menggukan boat membawa pulang ikan hasil tangkapan.

Sebagian warga khusus mencari ikan karang, termasuk makanan ‘mewah’ pada bulan Ramadhan.

Pengunjung terlibat penawaran cukup alot dengan nelayan menyangkut harga ikan karang yang ditawarkan rata-rata dengan harga tinggi, terlebih pada bulan Ramadhan.

Satu ikat isi enam sampai sembilan ekor karang ukuran sedang dijual antara Rp 150.000 sampai Rp 250.000 atau sesuai ukuran dan  jenisnya.

Tingkat harga yang melambung seperti masalah bagi sebagian warga, bila sudah selera, maka tetap diangkat.     

Pantauan Uri.co.id, Minggu (12/5/2019), hasil tangkapan nelayan memang agak berkurang sehingga memicu lonjakan harga.

Akibatnya harga ikan karang kurang terjangkau sebagian warga, tapi bukan berarti tidak ada pembeli.

Kecuali ikan karang, ikan basah juga masih segar tetap laris selama bulan Ramadhan.

Ikan tongkol dijual Rp 500.000 per tong isi 30 kg. Anakan ikan jenis lainnya mencapai 750.000 sampai Rp 800.000 per tong.

Ikan hasil tangkapan nelayan Susoh ini ditampung pedagang ikan keliling, kemudian dijual sampai Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya.

Sementara ikan kualitas baik ditampung pedagang besar selanjutnya dikirim ke pasar Medan, Tanjung Balai, Padang, malah ada yang ekspsor.(*)       ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!