BPN Mengaku Punya 1,6 Juta Satgas yang Kawal TPS, Bocorkan Alasan Andalkan SMS Saat Kumpulkan Data

oleh

Uri.co.id – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, mengeklaim memiliki 1,6 juta satgas yang tersebar di 809.500 TPS di Indonesia.

Satgas tersebut dikatakan memiliki tugas untuk mengawal dan menjaga pemerolehan suara Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019.

Tak cuma itu BPN juga membocorkan alasan masih mengandalkan SMS saat mengumpulkan suara Prabowo-Sandiaga.

Hal tersebut disampaikan Politikus Partai Berkarya Vasco Ruseimy, Direktur Satgas BPN Prabowo-Sandi, Toto Utomo Budi Santoso, dan anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Heri di YouTube Macan Idealis, pada Minggu (12/5/2019).

Mulanya Toto Utomo Budi Santoso menjelaskan bahwa sumber perolehan suara kememangan Prabowo-Sandi tidak hanya melalui pesan singkat atau sms saja.

Namun juga dari satgas yang dibentuk di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk ikut mendukung kemenangan paslon 02 tersebut.

Menanggapi hal itu, lalu Vasco Ruseimy meminta tanggapan dari Heri.

Tampak Heri yang duduk bersebelahan dengan Toto Utomo Budi Santoso menjelaskan bahwa sistem untuk mengiring kemenangan Prabowo-Sandiaga sudah direncakan sejak awal.

Namun, sistem tersebut tak dibocorkan oleh pihaknya sampai waktu yang ditentukan.

“Mestinya pada sistem yang kita buat ini sudah terencana sejak awal,” ujar Heri dikutip Uri.co.id dari YouTube Macan Idealis.

“Data masuk bebasis C1, cuma memang kita tidak mau gembar-gembor, nanti kita bekerja saja, dan data masuk terus alhamdulillah.”

“Ini yang sedang diproses, tinggal tunggu tanggal mainnya lah hasil data seluruh yang kita kumpulkan ini,” sambungnya.

Tampak Vasco Ruseimy kembali melontarkan pertanyaan kepada Heri soal kapan sumber kemenangan paslon 02 diungkap ke publik.

“Ada waktunya ya, dalam waktu dekat ini pak ya,” timpal Vasco Ruseimy.

“Insya Allah,” kata Heri.

Terkait itu, Vasco Ruseimy lantas menegaskan bahwa semua rincian data yang telah dikumpulkan kelak akan dipublikasikan kepada masyarakat.

Vasco Ruseimy juga kembali blak-blakan soal sumber asal klaim kemenangan Prabowo-Sandiaga.

Hal itu bermula saat Vasco Ruseimy menyinggung soal ‘setan gundul’ yang sempat disampaikan oleh mantan Politisii Partai Demokrat, Andi Arief.

Terkait itu, Vasco Ruseimy lalu meminta tanggapan dari Toto Utomo Budi Santoso.

“Kan ada yang bilang katanya setan gundul lah yang memperngaruhi, Pak Prabowo menyampaikan bahwa kita menang 62 persen, itu gimana sih pak cerita sebenarnya?” tanya Vasco Ruseimy.

Dengan tegas Toto Utomo Budi Santoso lantas mengungkapkan dari mana asal klaim kemenangan Prabowo.

Toto Utomo Budi Santoso mengatakan bahwa klaim kemenangn itu berasal dari data akumulasi satgas yang dibentuk oleh BPN di tiap-tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Ya itu tadi akumulasi dari masing-masing satgas yang ada di TPS itu,” jelas Toto Utomo Budi Santoso.

“Jadi semua satgas yang ada 1,6 juta itu mengumpulkan semua datanya menggunakan sistem IT berarti gitu ya pak ya?” tanya Vasco Ruseimy kembali.

“Nah, itu dilaporkan ke atas, ke atas, ke atas kita,” ujar Toto Utomo Budi Santoso.

Kemudian Vasco Ruseimy menyinggung soal klaim data kemenangan Prabowo yang juga sempat mencuri perhatian publik.

Klaim kemenangan tersebut diketahui berasal dari pesan singkat atau sms.

Vasco Ruseimy mengatakan bahwa selain dari sms, klaim tersebut juga didukung oleh sistem informasi teknologi (IT) yang memadahi.

“Berarti bukan cuma hanya sms, berati dari semua sistem IT yang cukup,” timpal Vasco Ruseimy.

Toto Utomo Budi Santoso menjelaskan alasan menggunakan sms demi mengantisipasi jika daerah tertentu tidak bisa melaporkan data yang telah dikumpulkan lantaran susah mendapat sinyal.

“Ya dengan ini semua masing-masinglah, kan tidak semua bisa kirim dengan android,” kata Toto Utomo Budi Santoso.

“Oh di daerah yang tidak ada sinyal internetnya ada sms, oke ya, ya, ya,” tegas Vasco Ruseimy.

“Ya itu ya valid gitu lo,” timpal Toto Utomo Budi Santoso.

Kembali lagi Vasco Ruseimy mengatakan bahwa hal itu dilakukan supaya pihaknya bisa mengumpulkan data perolehan suara dengan lebih cepat.

Toto Utomo Budi Santoso juga memaparkan bahwa hingga kini proses tersebut masih dilakukan oleh timnya.

Masih di kesempatan yang sama, sebelumnya Toto Utomo Budi Santoso menjelaskan bahwa satgas dibentuk juga untuk mendukung kemenangan Prabowo-Sandi.

Kendati demikian, Toto Utomo Budi Santoso mengaku bahwa pembentukan satgas juga mulanya memiliki kendala.

Untuk itu, pihaknya lantas mengakomodir sejumlah organisasi masyarakat (ormas) bebadan hukum supaya ikut menjadi bagian dari kemenangan Prabowo-Sandi.

“Tapi karena waku, biaya, dan kendala lainnya, maka saya dengan teman-teman di direktorat satgas itu saya putuskan untuk mengakomodir ormas-ormas berbadan hukum itu untuk kita kategorikan sebagai satgas,” jelas Toto Utomo Budi Santoso.

“Itu sekaligus memberikan penjelasan bedanya dengan relawan,” sambungnya.

Terkait itu Toto Utomo Budi Santoso lantas menjelaskan tugas dari satgas tersebut.

“Jadi gini tugas pokok fungsi mengamankan, mengawal setiap TPS itu dari 2 orang, dari awal kita punya tugas itu ya,” jelas Toto Utomo Budi Santoso.

Selain itu, Toto Utomo Budi Santoso juga memaparkan bagaimana satgas bisa dibentuk untuk berada di tiap-tiap TPS-nya.

“Kita kan tidak bisa langsung bentuk dari bawah, kita bentuk sekretariat bersama ormas itu ditiap-tiap provinsi, 34 provinsi sudah kita bentuk, kita deklarasikan, diam-diam enggak ada orang yang tahu,” ungkap Toto Utomo Budi Santoso.

“Lalu setelah itu bersama dengan direktorat satgas, sekretariat tingkat provinsi membentuk di seluruh kabupatennya,”

“Setelah itu turunkan lagi ini koordinator kecamatan, itu jadi tanggung jawab kabupaten.”

“Koordinator kecamatan di kelurahan sehingga akhirnya ditemukan dua orang di setiap TPS, yang bertugas mengamankan, mengawal, memotret,”

“Jadi boleh dikatakan kita memiliki 1,6 juta lebih satgas,” tandasnyanya.

SIMAK VIDEONYA:

Uri.co.id Klaim Punya 1,6 Juta Satgas yang Kawal TPS, BPN Bocorkan Alasan Andalkan SMS Saat Kumpulkan Data ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!