Disebut Sosok Pria dalam Video yang Ingin Penggal Kepala Jokowi, Dheva Bantah dan Bikin Klarifikasi

oleh

Uri.co.id – Pemuda bernama Dheva Suprayoga yang dituding sebagai pelaku dalam video viral pria yang berkata ingin penggal kepala Jokowi, akhirnya membuat video klarifikasi

Dheva Suprayoga membuat video klarifikasi usai di twitter ada yang mengunggah foto dan data identitasnya, disertai dengan tuduhan sebagai pelaku dalam video viral pria ingin penggal kepala Jokowi

Foto dan data identitas Dheva Suprayoga itu diposting oleh akun Twitter @lintanggello, Sabtu (11/5/2019)

 
Akun Twitter @lintanggello menyandingkan foto facebook Dheva dengan sang pelaku pengancam Jokowi.

Selain menunjukkan foto dan data identitas, akun Twitter @lintanggello juga memposting akun Facebook Dheva Suprayoga.

“RT Paltiwest: Menurut info ini orangnya yang ancam mau penggal kepala Jokowi.. Mau Sok paten kayak pejuang ISIS, segera cyduk.. P3nj3l4j4h MahesaTiwi BadjaNuswantara ulinyusron Dwiyana_DKM.” tulis akun Twitter @lintanggello
s

Tweet tuduhan pada Dheva Suprayoga melalui Twitter @lintanggello (Twitter @lintanggello)

Tak lama kemudian, Dheva Suprayoga dalam video klarifikasinya dengan tegas membantah bahwa pria di video viral itu bukanlah dirinya.

Diunggah oleh akun Twitter @penguasahati, Sabtu (11/5/2019), Dheva Suprayoga juga bahkan mendukung Polri untuk segera menangkap si pelaku

“Selamat siang, nama saya Dheva Suprayoga, alamat saya gang Teratai nomor 20 Kebumen.”

“Saya ingin meluruskan dan melakukan klarifikasi, bahwa dari kemarin saya tidak melakukan bepergian dan saya kemarin juga sholat jumat di Masjid Darullsalam Kebumen.”

“Saya alumni SMA Taruna Nusantara, dan saya berani menjamin orang di video tersebut bukan saya!”

“Dan saya mendukung upaya Polri untuk menangkap pelaku dan menyelesaikan kasus ini secepat-cepatnya, terimakasih,” ucapnya dengan tegas melalui video klarifikasinya.

Polisi juga memastikan Dheva Prayoga (24), warga Kebumen, Jawa Tengah, bukan pelaku pengancaman terhadap Presiden Jokowi saat demonstrasi di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jum’at (10/5/2019).

Melansir Kompas.com, Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Suparno mengatakan setelah klarifikasi dan pemeriksaan intensif, Dheva dipastikan bukan orang dalam video yang mengancam akan memenggal kepala Jokowi.

“Setelah melalui pemeriksaan, pada hari Jumat kemarin Dheva berada di Kebumen dan pernyataannya dikuatkan oleh beberapa orang yang menjadi saksi,” katanya melalui keterangan tertulis, Minggu (12/5/2019).

Suparno menjelaskan Dheva selama ini tinggal di Kebumen dan terakhir ke Jakarta pada tahun 2016.

Selama ini yang bersangkutan juga tidak pernah aktif dalam dunia politik, termasuk saat pemilu 2019 ini.

Foto dan identitas Dheva Prayoga (24), warga Kebumen beredar luas di dunia maya setelah munculnya video viral yang berisi ancaman seseorang laki-laki yang akan memenggal kepala Jokowi.

Dheva disebut-sebut sebagai orang dalam video tersebut.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujar Suparno.

Sementara itu, Dheva menyayangkan beredarnya foto dan identitas dirinya yang dituduh mengancam Jokowi beredar di masyarakat.

“Saya berterimakasih kepada Polres Kebumen yang segera mengambil langkah untuk klarifikasi. Saya juga uga berharap kepada kepolisian untuk bisa segera menangkap orang yang mengancam akan memenggal kepala Jokowi,” kata Dheva.
Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Suparno (kanan) melakukan konferensi pers yang dihadiri Dheva Prayoga (tengah) di Mapolres Kebumen, Jawa Tengah, Minggu (12/5/2019) dini hari.(KOMPAS.com/DOK POLRES KEBUMEN)

Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Suparno (kanan) melakukan konferensi pers yang dihadiri Dheva Prayoga (tengah) di Mapolres Kebumen, Jawa Tengah, Minggu (12/5/2019) dini hari.(KOMPAS.com/DOK POLRES KEBUMEN) 

Para netizen yang berkomentar pun dibuat bingung dengan apakah benar sosok Dheva sebagai pelakunya atau bukan.

Dilihat dari wajahnya memang mirip, namun suaranya berbeda, itulah komentar netizen.
s

Pemuda yang mengaku asal Poso ancam penggal kepala Jokowi. (Twitter @yusuf_dumdum)

Hingga kini pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku.

Seperti diketahui, sedang viral video seorang pemuda ingin penggal kepala Jokowi di suatu kerumunan massa. 

Sebuah video viral itu diposting oleh akun @MurthadaOne, Sabtu (11/5/2019), dan diteruskan ke akun Bareskrim Polri.

Tampak di video itu, seorang wanita merekam suasana di lokasi.

Kemudian tampak seorang pria mengacungkan telunjung mengatakan siap memenggal kepala Jokowi.

“Siap menggal palanya Jokowi, InsyaAllah, Allahuakbar,” ujarnya.

Seruan itu kemudian diamini oleh wanita yang merekam video dan beberapa rekannya.

“Woow InsyaAllah, Allahu Akbar,” katanya.

Alih-alih belum puas dengan perkataannya, pria berbaju cokelat itu menyebutkan kalimatnya sekali lagi.

“Siap penggal palanya Jokowi,” katanya lagi.

Kemudian beberapa orang di sekitarnya mengamini kata-kata pria tersebut.

“Jokowi siap lehernya kita penggal, dari Poso, demi Allah,” ujarnya lagi.

Kemudian video itu juga merekam suasana di lokasi yang tampak ramai oleh massa yang membawa bendera merah putih.

Menanggapi hal itu, kubu pasangan Jokowi-Maruf Amin pun bereaksi

Reaksi muncul salah satunya datang dari Wakil Kepala Rumah Aspirasi Jokowi-Amin, Michael Umbas.

Menurut Umbas, pendemo itu terbukti bermental barbar dan penyebar teror.

Umbas mengecam keras sekaligus mengutuk pria yang ingin penggal kepala Jokowi di antara pendemo diduga seorang pendukung capres nomor urut 02 Prabowo-Sandi saat berunjuk rasa di KPU RI Jakarta akhir pekan lalu.

“Sudah sepatutnya hukum tak boleh tunduk terhadap mereka yang brutal,” ujar Umbas dalam keterangannya, Sabtu (11/5/2019).

Umbas lalu mengatakan ada adagium “lex dura sed tamen scripta” yang berarti “hukum itu keras, dan memang begitulah bunyi atau keadaannya, karena semua demi kepastian dalam penegakannya”.

“Kepastian hukum akan menghadirkan tertib masyarakat. Ancaman yang akan memenggal kepala Jokowi jelas meresahkan,” ujar Umbas.

Pihaknya berharap aparat penegak hukum dalam hal ini pihak kepolisian agar menindak pendemo yang mengumbar ancaman pembunuhan.

“Tak hanya itu, si pendemo pun bersumpah dengan membawa nama Tuhan,” kata Umbas.

Jangan sampai, kata dia, kejadian seperti itu dibiarkan karena berpotensi menjurus konflik di tengah masyarakat.

“Kami optimis institusi Polri tidak berdiam diri. Perlu diingat, Presiden merupakan simbol Negara,” ujar Umbas.

Pihaknya juga meminta kepada Prabowo Subianto bersuara atas ancaman pendemo kepada Jokowi.

“Jangan justru diam dan bersembunyi. Coba Pak Prabowo lihat dan dengar, keliaran dari pendukung Anda ini,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau seluruh pendukung Jokowi supaya tetap tenang.

“Tidak perlu melakukan pembalasan, apalagi di tengah bulan suci Ramadan. Sebagai sesama manusia, kami mendoakan si pendemo mendapat pintu maaf dari Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Umbas.

Simak video ini: 

( GridHot.id ‘Dikira Pemuda yang Ancam Akan Penggal Leher Jokowi, Dheva Suprayoga: Saya Jamin Itu Bukan Saya!’) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!