25 Gampong Cair Dana Desa

oleh

BANDA ACEH – Proses pencairan dana desa di Kota Banda Aceh mengalami kemajuan yang cukup berarti. Sejak awal April 2019 hingga saat ini, sedikitnya ada 25 gampong yang sudah mencairkan dana desa tahun 2019. Kas dari 25 gampong tersebut kembali terisi dana pemberdayaan masyarakat dengan besaran bervariasi, yang ditransfer oleh Badan Pengelola Keuangan Kota (BPKK) Banda Aceh langsung ke rekening gampong.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Banda Aceh mengungkap selain 25 gampong yang sudah cair dana desa, ada tiga gampong lagi yang sudah masuk ke BPKK Banda Aceh, atau hanya tinggal menunggu pencairan. Sementara ada 6 gampong yang akan mengajukan berkas pencairan pada Senin (13/5) yaitu Lamlagang, Gampong Laksana, Kuta Alam, Lhong Cut, Pango Deah, dan Gampong Mulia. Sedangkan sisanya masih belum menyampaikan pengajuan pencairan.

Demikian disampaikan Kepala DPMG Banda Aceh, Drs Dwi Putrasyah kepada Serambi, Sabtu (11/5). Disebutkan, sebanyak 25 gampong sudah menerima dana desa baik sejak sebelum puasa maupun pada awal ramadhan beberapa hari lalu. “Alhamdulillah semakin banyak gampong yang sudah cair dana desanya. Kami akan terus mendampingi gampong-gampong yang belum selesai, baik dengan membuka desk di Kantor DPMG dan turun langsung ke gampong-gampong,” ujar dia.

Pihaknya menargetkan minimal 90 persen gampong di Banda Aceh cair pada penghujung Ramadhan, sehingga para aparatur gampong dapat lebih siap menyambut Lebaran. “Sementara sisanya 10 persen lagi ini tetap kami prioritaskan. Memang masih ada masalah seperti disharmonisasi antar aparatur gampong, tapi kita akan terus dampingi biar tuntas semuanya,” aku Dwi Putrasyah.

Menurut Dwi, semua pihak mempunyai peran dan tanggung jawab masing-masing. Dia merunutkan proses pencairan dana desa layaknya lingkaran, mulai dari pendampingan terkait regulasi dan aturan main dari DPMG, penyusunan dokumen oleh keuchik, camat mengevaluasi RAPBG, baru selanjutnya setelah di acc camat, berkas itu diajukan ke DPMG Banda Aceh. “Nah, sebagian besar gampong yang belum cair ini rata-rata dokumennya masih dievaluasi di kecamatan,” jelasnya.

Maka dari itu, lanjut Kepala DPMG Banda Aceh, pihaknya memohon bantuan seluruh camat untuk dapat mengawal gampong-gampong dalam penyelesaian dokumen untuk mengajukan dana desa, di samping mempercepat proses evaluasi di kantor camat. Sedangkan untuk gampong, Dwi meminta agar segera menyusun dokumen yang diperlukan untuk pengajuan dana desa itu.

Pada bagian lain, Kepala DPMG Banda Aceh, Drs Dwi Putrasyah menyampaikan apresiasi kepada Kecamatan Banda Raya, yang menurutnya memiliki progress terbaik dalam pencairan dana desa. Dirinya berharap progress yang ditunjukkan Banda Raya dapat dicontoh oleh kecamatan lainnya. “Progress yang paling baik itu di Banda Raya. Di kecamatan ini tinggal satu lagi gampong yang masih dievaluasi camat,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Dwi, sejumlah kecamatan yang juga berkembang cukup baik yaitu Kuta Alam, Kutaraja, Jaya Baru, dan Ulee Kareng. “Di Ulee Kareng kami melihat ada sejumlah gampong yang proaktif dalam proses pengajuan pencairan ini. Kepada yang masih agak lambat di Meuraxa harap dipacu sedikit lagi, agar pembangunan di gampong tidak terhambat,” pungkasnya.(fit) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!