Dua Tersangka Diperiksa di Meunasah

oleh

* Kasus Tindak Pidana Pemilu

LHOKSUKON – Penyidik Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Polres Aceh Utara, Jumat (10/5) mendatangi di Desa Matang Ulim, Kecamatan Baktiya untuk memeriksa dua tersangka lagi dalam kasus tindak pidana pemilu. Sebab, dua kali panggilan sebelumnya tak bisa dipenuhi kedua tersangka karena sedang sakit, dan satu lagi tidak berada di desa.

Pemeriksaan saksi parpol, AM (21) dan MK, Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) dilakukan penyidik untuk menuntaskan kasus tersebut sehingga dapat segera diberkaskan. Sebelumnya, penyidik sudah memeriksa lima tersangka di Mapolres Aceh Utara. Selain itu, penyidik juga sudah memintai keterangan tujuh saksi yang berada di kawasan desa setempat yang mengetahuinya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, enam saksi terlibat pencoblosan lebih dari satu kali di TPS 97 Desa Matang Ulim pada saat pemilihan, Rabu (17/4). Mereka bisa melakukan pencoblosan lebih dari satu kali, karena mendapat suara dari panitia pemungutan suara (PPS) di lokasi tersebut. Kejadian itu, kemudian menjadi temuan Panwascam Baktiya, Aceh Utara.

“Kemarin penyidik mendatangi Desa Matang Ulim untuk memeriksa dua tersangka lagi dalam kasus itu. Karena panggilan sebelumnya terhadap keduanya untuk hadir ke Mapolres Aceh Utara belum bisa dipenuhi,” ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah kepada Serambi, Sabtu (11/5).

Disebutkan, tersangka AM tak bisa hadir dua kali panggilan polisi karena sedang sakit. Sedangkan MK tak bisa hadir, karena tidak ada di tempat. Karena itu, penyidik datang ke desa tersebut untuk memintai keterangan kedua tersangka didampingi oleh keuchik. “Pemeriksaan kita lakukan kemarin di meunasah desa tersebut, dan mereka didampingi keuchik,” ujar Kasat Reskrim.

Ditambahkan, untuk proses selanjutnya, berkas kasus tersebut akan segera dirampungkan untuk dilimpahkan ke Kejari Aceh Utara. “Sebelumnya kita juga sudah mengirim Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) kepada jaksa. Jadi, kasus ini menunggu pemberkasan saja, karena keterangan saksi juga sudah terpenuhi,” pungkas Kasat Reskrim.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Panwaslih Aceh Utara, Safwani SH menyebutkan, pihaknya terpaksa menghentikan lagi kasus laporan tindak pidana pemilu yang dilaporkan Caleg PPP di Nisam, T Muhammad. Sebab, tidak mencukupi unsur secara formil dan materilnya.

Dalam pekan ini juga akan dihentikan satu kasus lagi, karena pelapor yang diundang tak bersedia hadir. “Sedangkan untuk kasus dugaan penggelembungan suara di Kecamatan Seunuddon, kita duduk bersama tim gakkumdu untuk membahasnya. Gakkumdu berpendapat dalam kasus itu masih dibutuhkan klarifikasi dari sejumlah saksi, karena itu dalam proses,” katanya.(jaf) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!