Rp 8,8 M untuk Pengadaan Bebek

oleh

* Dibagikan kepada Masyarakat
* Anggota DPRA: Ini Program Mubazir

KUTACANE – Pemkab Aceh Tenggara (Agara) melalui Dinas Pertanian (Dsitan) kembali memprogramkan pembagian bebek petelur kepada masyarakat, sama seperti tahun 2018 lalu. Hanya saja, kali ini anggaran yang disiapkan lebih besar dan jumlah bebek yang akan dibagikan juga lebih banyak.

Kadistan Agara, Asbi, menyebutkan, anggaran yang dialokasikan untuk program bagi-bagi bebek ini mencapai Rp 8,8 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2019. Uang tersebut digunakan untuk pengadaan 88.000 ekor bebek petelur. Sedangkan pada tahun 2018, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 4,2 miliar untuk pengadaan 40.000 ekor bebek petelur.

“Rencananya, bantuan ternak bebek petelur ini disalurkan kepada masyarakat pada Juni 2019,” kata Asbi kepada Serambi, kemarin.

Rencananya, bebek-bebek petelur itu akan diberikan kepada kelompok ternak yang memiliki kandang bebek, mampu memberikan pakan ternak, dan tersedia fasilitas listrik dan fasilitas lainnya. Masing-masing kelompok ternak nantinya akan mendapatkan bantuan 500 hingga 1.000 ekor.

“Tapi, walaupun begitu kita masih menunggu petunjuk dan teknis (juknis) dari Bupati Agara,” imbunya.

Asbi menjelaskan, program pengadaan bebek petelur ini penting untuk mendukung terwujudnya program swasembada telur di Agara sebagaimana diprogramkan oleh Bupati. “Bantuan bebek petelur ini diperlukan karena program bupati untuk menciptakan swasembada telur di Agara,” ujar Asbi.

Sementara Anggota DPRA, Yahdi Hasan, mengatakan, program bagi-bagi bebek petelur yang menghabiskan anggaran hingga Rp 8,8 miliar bukanlah program membangun ekonomi rakyat, dan juga bukan program yang mencerdaskan anak bangsa. “Program ini sudah jauh melenceng dari visi dan misi bupati dan wakil bupati Agara Raidin-Bukhari (RABU) saat kampanye dulu,” ungkap politisi Partai Aceh ini.

Karena itu, menurut Yahdi, alokasi anggaran yang mencapai Rp 8,8 miliar ia nilai menjadi mubazir dan hanya sekedar pemborosan uang rakyat. Seharusnya anggaran itu dialihkan untuk program memotivasi perekonomian masyarakat dan membangun infrastruktur yang rusak pascabanjir bandang, serta pemberian bantuan bibit dan pupuk kepada petani miskin maupun korban banjir.

Apalagi program ini sudah pernah dilaksanakan pada tahun 2018 lalu yang ia nilai mengecewakan dan tidak berhasil. “Jadi untuk apa anggaran uang rakyat dialokasikan untuk hal yang tidak tepat dan mubazir seperti ini? Jadi harus dialihkan demi kesejahteraan rakyat,” pungkas Yahdi Hasan.

Terpisah , Wakil Bupati Aceh Tenggara, Bukhari, saat dimintai komentarnya terhadap kritikan yang disampaikan Anggota DPRA, Yahdi Hasan, mengatakan pihaknya menerima masukan yang disampaikan tersebut.

“Masukan itu kita terima, tetapi program bantuan bebek petelur ini bagian dari dana aspirasi dewan,” ungkap Wabup Bukhari.

Bahkan sebagian dewan menurut dia, ada yang berencana menambah dana aspirasinya untuk pengadaan bebek petelur tersebut, namun batal karena tidak disetujui oleh Bupati.

“Tahun ini kita bagikan bebek betul-betul kepada kelompok satu tempat agar efektif, karena kita targetkan Agara sebaga penghasil telur bukan sebagai konsumen,” ujar Bukhari.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRK Agara saat dikonfirmasi Serambi enggan memberikan komentar terkait program bebek peterlur ini, begitu juga dengan anggota DPRK yang lainnya. “Saya tidak bisa berkomentar. Jangan ke saya, cari aja orang lainnya,” ujar salah seorang Wakil Ketua DPRK Agara.(as) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!