Tim Jibom Polda Aceh Evakuasi Lima Mortir Peninggalan Zaman Perang

oleh

Uri.co.id, BANDA ACEH – Personel Tim Jibom Detasemen Gegana Polda Aceh, mengevakuasi lima mortir yang diduga peninggalan zaman perang, Sabtu (11/5/2019) sekitar pukul 16.00 WIB.

Lima bahan peledak tersebut dievakuasi dari kebun milik Adnan (50), warga Gampong Paseu Beutong, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Proses evakuasi mortir dari kebun warga tersebut dipimpin Komandan Tim Jibom Bripka Agus Salim, Panit III Sub I Jibom Detasemen Gegana Polda Aceh.

Lalu di lokasi juga ikut Kapolsek Darul Imarah, AKP Agus Priadi SH, bersama personelnya serta ikut hadir dari personel Koramil Darul Imarah di lokasi penemuan.

Dari hasil identifikasi Unit Jibom Detasemen Gegana Polda Aceh, dari lima unit bahan peledak jenis mortir itu, masing-masing memiliki panjang 17 cm dan berdiamer 8,5 cm dengan berat 2 kg.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto SH melalui Kapolsek Darul Imarah AKP Agus Priadi SH kepada Uri.co.id, mengatakan kelima bom tersebut diduga peninggalan zaman perang.

Menurut AKP Agus, penemuan bahan peledak jenis mortil peninggalan masa perang ini awalnya ditemukan oleh Adnan, pemilik kebun beberapa hari lalu.

“Pada saat itu pak Adnan sedang mencangkul di kebunnya. Tanpa sengaja, pada saat sedang bekerja, mata cangkulnya itu mengenai mortil-mortil tersebut,” kata Kapolsek Darul Imarah ini.

Karena penasaran dengan benda yang mengenai cangkulnya, akhirnya Adnan memastikan benda tersebut. Begitu dilihat, ternyata benda-benda itu mirip bahan peledak jenis mortil, sehingga melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Darul Imarah.

“Begitu mendapat informasi itu, lokasi langsung kami sterilnya dengan memasang police line. Penemuan bahan peledak itu langsung kami laporkan ke Pak Kapolresta. Dari pimpinan meneruskan ke Tim Jibom Polda Aceh, sehingga hari ini kelima mortir itu sudah dievakuasi,” sebut AKP Agus.

Kapolsek Darul Imarah ini pun mengharapkan dari warga kalau ada menemukan benda-benda yang dicurigai segera laporkan ke aparat terdekat. Jangan, mengambil tindakan sendiri, karena dikhawatirkan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

“Kelima mortir tersebut telah dibawa oleh Tim Jibom Detasemen Gegana Polda Aceh dan kemungkinan akan didisposal,” demikian AKP Agus Priadi.(*) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!