Ini Strategi yang Perlu Dilakukan Pemkab/Pemko, untuk Promosikan Potensi Investasi Daerah

oleh

Uri.co.id, BANDA ACEH – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Dr Aulia Sofyan, mengatakan bahwa salah satu strategi dalam pengembangan daerah, dapat dilakukan dengan penguatan potensi investasi yang merupakan modal utama untuk mempercepat pembangunan ekonomi.

Untuk itu, dalam meningkatkan potensi investasi di daerah, sebelumnya kabupaten/kota terlebih dulu melakukan penguatan sektor infrastruktur, energi, birokrasi, regulasi, kepastian hukum, stabilitas sosial dan keamanan. Baru kemudian menyiapkan strategi pemasaran. 

“Sementara, strategi pemasaran harus diawali dengan menentukan target pasar dengan melakukan segmentasi tujuan utama, dan membuat peta peluang investasi yang dimiliki daerah, serta menyusun skala prioritas unggulan yang paling potensial untuk ditawarkan,” ungkap Dr Aulia Sofyan, Sabtu (11/5/2019). 

Di Aceh, penyelenggaraan investasi harus berlandaskan keislaman, kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, profesionalitas, perlakuan yang sama dan tidak membedakan asal negara.

Selain itu juga harus berazas kepedulian sosial, kemitraan, kesetaraan gender, berwawasan lingkungan, kemandirian, kesinambungan usaha, dan kesinambungan kemajuan pembangunan, sesuai amanat Qanun Aceh Nomor   5 Tahun 2018 Tentang Penanaman Modal. 

Menurut Kepala DPMPTSP Aceh ini, untuk meningkatkan promosi investasi di daerah, pemerintah kabupaten/kota, perlu membangun citra (image) daerah sebagai tempat yang ramah dan kondusif terhadap dunia usaha.

Kemudian merumuskan strategi promosi yang efektif dan tepat sasaran.

Selanjutnya melaksanakan berbagai jenis kegiatan promosi untuk meningkatkan investasi seperti pameran, talk show, seminar, bisnis forum, business matching, roadshow, iklan, penyediaan dan pelaksanaan promosi melalui media massa.

Dalam merencanakan kegiatan promosi, banyak daerah yang masih terkendala dengan lemahnya dukungan database peluang investasi.

“Database yang dimiliki oleh intansi teknis/sektoral daerah tidak tervalidasi dengan sempurna. Padahal kelemahan database ini sudah diketahui dari tahun ke tahun dan sering dikeluhkan calon investor,” ungkap Aulia.

Karena sebelum menetapkan jalinan kerjasama, investor sudah pasti akan melakukan kajian-kajian terlebih dulu.

Indikator penilaian yang menjadi daya tarik calon investor di antaranya faktor kelembagaan (kepastian hukum, komitmen pimpinan), dan faktor  sosial budaya (keamanan, partisipasi masyarakat).

Juga faktor ekonomi daerah (potensi ekonomi), faktor tenaga kerja dan produktifitas (sdm yang tersedia), serta faktor ketersediaan dan kualitas infrastruktur seperti sarana udara, laut, darat, listrik dan air. 

“Intinya, pemerintah daerah perlu melakukan upaya-upaya untuk menawarkan daya tarik dan kenyamanan kepada pelaku investasi di kabupaten/kota,” demikian saran Dr Aulia Sofyan.(Cut Desma Saminara – DPMPTSP Aceh)

 Artikel ini dimuat atas kerja sama publikasi Haba DPMPTSP Aceh.

()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!