Diduga Keracunan Makanan Setelah Demo di KPU, Titiek Soeharto Jenguk Pendukung Prabowo di RSCM

oleh

Titiek Soeharto menjenguk pendukung Prabowo-Sandi yang dirawat di RSCM Jakarta karena diduga akibat keracunan makanan.

SERAMBINEWSCOM, JAKARTA – Ada pendukung Capres dan Cawapres 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dikabarkan keracunan makanan.

Pendukung Prabowo-Sandiaga ini pun dirawat di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Politisi Partai Berkarya, Titiek Soeharto datang membesuk korban, tadi malam.

Diduga mereka keracunan makanan setelah melakukan aksi demonstrasi di Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019).

Demonstrasi, Jumat kemarin membawa tuntutan membongkar tindakan dugaan kecurangan Pemilu 2019.

Bermula ketika ada orang tak dikenal memberikan mereka kue yang dikemas dalam koper warna merah.

Kue tersebut pun kemudian disantap, lalu mereka keracunan.

“Astaghfirullah… kok ada ya.. orang yg tega-teganya dibulan suci Ramadhan meracuni orang…?!?! Keterlaluan !!!,” demikian keterangan foto para korban keracunan yang di-posting pengelola akun @titieksoeharto pada Instagram.

Belum diketahui, berapa banyak jumlah korban keracunan.

Pengunjuk rasa di Kantor Bawaslu mengatasnamakan Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran (Gerak).

Unjuk rasa ini juga sekaligus mengawal BPN Prabowo-Sandi yang datang ke Bawaslu untuk melaporkan sejumlah dugaan kecurangan yang dituding dilakukan pasangan 01 Jokowi – Maruf Amin.

Massa tampak membawa Bendera Merah Putih dalam aksinya.

Tampak pula yang membawa spanduk-spanduk berisi tuntutan mereka.

Satu di antaranya ialah menuntut melakukan audit terhadap keuangan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dikawal 8.000-an Personel

Massa Eggi Sudjana dan Kivlan Zen yang tergabung dalam Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran (Gerak) kembali melakukan aksi unjuk rasa di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu.

Ratusan masa yang mengatasnamakan “Gerakan Suara Rakyat” melakukan unjukrasa atas ketidak puasan terhadap kinerja KPU Jawa Tengah dan memberikan kartu merah, Jumat (10/5). Unjuk rasa ini berlangsung di Jalan Veteran Kota Semarang berlangsung damai. ( Jateng/Hermawan Handaka) ( JATENG/ JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan mengatakan, pihaknya menerjunkan 8.942 personel gabungan untuk mengamankan aksi ini.

Mereka akan dibagi untuk mengamankan dua titik, yakni KPU dan Bawaslu.

“Prinsipnya kami hari ini menyiapkan pasukan pengamanan di wilayah KPU dan Bawaslu. Memang ada beberapa aksi unjuk rasa kan, harus ada STTP atau surat pemberitahuan ada di Polda Metro Jaya,” kata Harry.

“Nah salah satunya di wilayah KPU dan Bawaslu kita mempersiapkan personel itu,” ucap Harry saat dihubungi Kompas.com, Jumat (10/5/2019).

Selain itu, polisi juga turut mengawasi Masjid Istiqlal yang menjadi titik kumpul massa Gerak.

“Ya semua ada titik pengamanan di kita semua pokoknya yang masuk wilayah kita, kami siap amankan,” kata Harry.

“Kalau Masjid Istiqlal kan bercampur antara massa dan masyarakat shalat jadi pengamanan rutin yang untuk pengamanan shalat Jumat,” imbuhnya.

Sebelumnya, Eggi Sudjana menyebut massa Gerak akan kembali melakukan aksi pada Jumat (10/5/2019).

Massa tersebut akan kembali berkumpul di Istiqlal lalu akan menggelar aksi di kantor KPU dan Bawaslu.

Aksi pada besok hari akan digelar dengan beberapa agenda, termasuk mendeklarasikan kemenangan paslon 02 Prabowo-Sandiaga Uno.

“Menurut agenda yang saya tahu akan mendeklarasikan kemenangan Prabowo-Sandi lalu mempersoalkan kecurangan yang ada,” ucap Eggi di depan Bawaslu, Kamis (9/5/2019).

Demo tersebut akan digelar setelah shalat Jumat atau sekitar pukul 13.00 WIB.

Ia pun mengatakan izin untuk berdemo telah diserahkan ke Polda Metro Jaya.

Tanggapan KPU soal Demo

Komisioner KPU RI Viryan Azis mengira banyaknya aksi demonstrasi massa yang dialamatkan ke KPU dan Bawaslu tidak akan mengubah apapun.

Demonstrasi massa juga tidak bisa mengubah sesuatu yang sudah ditetapkan berdasarkan hukum.

Komisioner KPU RI Viryan Azis di KPU RI, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019). (Uri.co.id/ Danang Triatmojo)

Bila ada pihak-pihak yang berdemo menyerukan adanya praktik kecurangan dalam penyelenggaraan Pemilu 2019, seharusnya mereka turut melampirkan bukti data yang dimiliki.

Mendemonstrasikan data lebih berguna, dibanding demonstrasi massa.

“Jadi kalau mau ada yang demonstrasi massa tidak tepat. Yang lebih tepat sekarang itu yang dibutuhkan demonstrasi data. Demonstrasi massa tidak akan menyelesaikan masalah. Seberapa pun banyak massa yang turun dalam demo-demo, tidak akan merubah hasil Pemilu. Kecuali ada data yang didemokan, disampaikan,” kata Viryan Azis di KPU RI, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019).

Data-data yang dimiliki, nantinya bisa didemonstrasikan lewat ranah rapat pleno terbuka.

Rapat pleno menjadi tempat untuk mengkonfrontir apakah data-data tersebut absah atau tidak.

“Kalau pernyataan-pernyataan itu kan tidak bisa. Ini kan demokrasi, proseduralnya demikian,” ujar dia.

Hal itu dirasa penting sebab jika hanya menyampaikan tudingan kecurangan.

Namun, sekedar lewat pernyataan tanpa dibarengi bukti dan pelaporan, maka pernyataan hanya sekedar kata-kata saja.

“Dugaan-dugaan itu harus dikonfirmasi secara langsung di forum yang memang disediakan, yaitu forum rapat pleno berbuka secara berjenjang,” katanya.

Lapor kecurangan Pemilu

Sekretaris Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi, Ahmad Hanafi Rais mendatangi kantor Bawaslu RI, sekitar pukul 11.00 WIB.

Ia yang ditemani ketua BPN Prabowo-Sandi Joko Santoso dan Direktur hukum dan advokasi BPN Sufmi Dasco, melaporkan satu dari 5 laporan terkait dugaan kecurangan pemilu 2019, yakni laporan Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM) tentang keterlibatan ASN dalam pilpres.

“Kita melaporkan berbagai macam dugaan kecurangan ke Bawaslu terkait pilpres 2019. Ini laporan pertama kita yang terkait dengan dugaan pelanggaran yang disifatnya TSM,” ujar Hanafi yang ditemui di kantor Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019).

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Andre Rosiade (Taufik Ismail/Uri.co.id)

Caleg DPR RI dari PAN ini menuturkan, ada dugaan keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di 23 wilayah provinsi di Indonesia.

“Pelanggaran kepala daerah dan ASN ditemukan di 23 provinsi dari 34 provinsi, artinya lebih dari 50 persen. Sehingga tim kita ingin Bawalsu untuk bertindak jujur, dan obyektif. Bahkan ada indikasi sangat kuat untuk meminta tidak netral di salah satu menteri termasuk kepala daerah,” ujar Hanafi.

Dirinya berharap, Bawaslu dapat menindaklanjuti laporan tersebut agar mewujudkan pemilu yang jujur dan adil.

“Sekarang kita laporkan kemudian ditindaklanjuti Bawaslu dan kita harap Bawaslu sebagai bagian penyelengara pemilu ini. Bawaslu bisa bertindak jujur dan adil, karena di situ semua harapan masyarakat Indonesia,” harap dia.

Akan laporkan bertahap

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, mengatakan, laporan terkait dugaan kecurangan pemilu 2019 ke Bawaslu akan dilakukan bertahap.

“Bertahap setiap minggu,” ujar Andre saat dihubungi , Jumat (10/5/2019).

Sebelumnya, Andre mengatakan, pada Jumat (10/5/2019) siang, pihak BPN Prabowo-Sandi membawa 5 laporan.

Pertama, laporan TSM tentang penggiringan opini oleh kpu sebagai penyelenggara pemilu untuk kemenangan paslon 01.

Kedua, laporan TSM tentang keterlibatan ASN untuk kemenangan Paslon 01.

Ketiga, laporan TSM tentang kecurangan yg terkait dengan C1 untuk kemenangan Paslon 01.

Keempat, laporan TSM tentang Penyelenggaraan Pemilu luar negri untuk kemenangan Paslon 01.

Kelima, laporan TSM tentang pengkondisian pengunaan logistik untuk sebagai media kecurangan dalam memenangkan paslon 01.

Namun, seperti yang diketahui, Sekretaris Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ahmad Hanafi Rais, hanya melaporkan 1 dugaan kecurangan yang Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM) tentang keterlibatan ASN dalam pilpres 2019.

Hanafi datang ditemani ketua BPN Prabowo-Sandi Joko Santoso dan Direktur hukum dan advokasi BPN Sufmi Dasco.

“Yang dilaporan baru 1 kasus. Laporan TSM tentang keterlibatan ASN untuk kemenangan Paslon 01,” kata Andre.

Uri.co.id Titiek Soeharto Jenguk Pendukung Prabowo yang Diduga Keracunan Makanan Setelah Demo di KPU ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!