Tauke Kopi Duel dengan Pencuri

oleh

* Uang Ratusan Juta Berhamburan

REDELONG – Aksi pencurian yang terjadi di Kampung Seni Antara, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Kamis (9/5) sempat diwarnai dengan duel atau perkelahian antara si pencuri dengan korban yang juga dikenal sebagai tauke kopi.

Perkelahian tersebut memperebutkan bungkusan uang sebanyak Rp 387 juta yang dicuri oleh si pencuri. Duel tersebut membuat bungkusan terkoyak dan menyebabkan uang ratusan jutaan rupiah berhamburan keluar. Kasus tersebut saat ini sudah ditangani pihak kepolisian.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Fahmi Irwan Ramli, melalui Kapolsek Permata, Ipda Samsuddin, membenarkan adanya kejadian tersebut dan saat ini sedang dalam penanganan pihaknya. Peristiwa itu ia jelaskan, bermula saat Khaidir Ari, warga Kampung Seni Antara, Kecamatan Permata, mengambil uang tunai di BRI Cabang Simpang Tiga Redelong sejumlah Rp 387.000.000, Kamis (9/5) sekitar pukul 11.30 WIB.

Dari bank, korban langsung berangkat pulang ke rumah dengan menggunakan mobil. Sesampai di rumah sekitar pukul 12.30 WIB, korban langsung memarkirkan mobilnya di seberang jalan depan rumah. Dengan tergesa-gesa korban mengangkat kopi gabah yang dijemur di depan rumah, mengingat cuaca saat ini mulai turun hujan. Sementara uang ditinggalkan di dalam mobil.

“Saat itu, korban dan para saksi sedang mengangkat kopi yang dijemur. Pada saat itu, korban melihat seorang laki-laki melintas dari arah Kampung Buntul menuju Lhokseumawe menggunakan sepeda motor Honda Supra 125 warna hitam,” ujar Samsuddin.

Namun, tak jauh dari rumah korban, pria tersebut berhenti dan memutar arah kembali ke depan rumah korban dengan cara mendorong sepeda motornya, lantas memakirkannya di belakang mobil milik korban. Setelah berhenti, pelaku mendekati pintu sebelah kiri mobil dan membuka pintu yang sudah terkunci tersebut.

“Aksi si pencuri tersebut dilihat oleh anak korban. Dia melihat pelaku mengeluarkan bungkusan plastik berwarna biru yang berisi uang tunai sejumlah Rp 387.000.000 dari dalam mobil,” lanjut Kapolsek.

Melihat kejadian itu, korban dan para saksi langsung mengejar dengan menggunakan sepeda motor hingga ke kampung Seni Antara. Namun sesampainya di sana, pelaku sempat berbalik arah menuju Lhokseumawe. Karena dikejar, pelaku berhenti di salah satu rumah warga di Kampung Seni Antara dan berlari ke belakang rumah.

“Korban sempat berkelahi dengan pelaku untuk memperebutkan bungkisan plastik berisikan uang itu hingga uang berhamburan dan pelaku kabur kerarah semak-semak,” paparnya.

Korban kemudian mengumpulkan uang miliknya yang berhamburan, membawa pulang uang beserta sepeda motor milik pelaku ke rumahnya. Sesampai di rumah, korban menghitung uang tersebut dan ternyata jumlahnya sudah berkurang sebesar Rp 50.000.000.

Sementara itu, warga yang mengetahui kejadian tersebut lantas beramai-ramai menyisir kawasan semak-semak yang diduga tempat bersumbunyinya si pencuri. Satu jam kemudian pelaku berhasil diamankan warga dan sempat sempat diamuk masa. Pelaku kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian yang berada di pos retrebusi Kampung Seni Antara.

Kapolsek Permata, Ipda Samsuddin, menduga pencuri yang belakangan diketahui bernama Jumain, warga Kampung Securai Selatan, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, merupakan spesialis pencuri yang berasal dari Sumut.

Korban diduga telah mengamati aktivitas korban dan membuntutinya sejak dari bank. Pencuri tersebut bergerak cepat membuka pintu dengan kunci letter T dan mengambil uang di dalam mobil. “Dia kami duga spesialis dalam pencurian jenis ini,” ujar Kapolsek.

Ia melanjutkan, pelaku pencurian saat ini sudah ditangkap beserta uang Rp 50 juta yang dibawa lari.(c51) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!