Tim Safari Ramadhan Provinsi ke Daerah

oleh

BANDA ACEH – Tim Safari Ramadhan Pemerintah Aceh Tahun 2019 mulai melaksanakan tugas ke 23 kabupaten/kota di seluruh Aceh. Keberangkatan tim yang dibagi dalam 10 kelompok itu dilepas Pelaksana tugas (Plt) Sekda Aceh, Helvizar Ibrahim, di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Rabu (8/9).

Dalam bertugas nanti, setiap kelompok akan mengunjungi dua hingga tiga kabupaten/kota. Masing-masing kelompok diisi oleh unsur pejabat Pemerintah Aceh, imam, dan penceramah. Pemerintah Aceh melalui tim safari Ramadhan juga memberikan bungong jaroe atau bantuan operasional kepada masjid yang dituju.

Helvizar dalam sambutannya mengatakan, program safari Ramadhan yang dilakukan Pemerintah Aceh memiliki makna strategis karena menjadi wadah mempertemukan pihak pemerintah dengan masyarakat. Karena itu, ia meminta tim safari Ramadhan yang terdiri atas penceramah dan pejabat SKPA dapat menyampaikan program yang sudah dilakukan Pemerintah Aceh kepada masyarakat.

“Safari Ramadhan yang kita lakukan setiap tahun sangat bermanfaat untuk pemerintah daerah. Melalui kegiatan ini, saya kira apapun yang dilaksanakan pemerintah akan tersampaikan kepada masyarakat,” ujar Helvizar. Ia mengingatkan semua pejabat SKPA yang tergabung dalam tim safari Ramadhan untuk mengutamakan program tersebut dibanding kegiatan lain. Menurutnya, seluruh anggota tim bertanggung jawab untuk menyampaikan 15 program unggulan Pemerintah Aceh kepada seluruh lapisan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Plt Sekda Aceh juga mengingatkan kepada tim safari Ramadhan agar senantiasa menghargai kearifan lokal masyarkat di daerah yang dikunjungi, termasuk dalam hal tata cara beribadah. Hal tersebut, tambah Helvizar, merupakan salah satu cara agar tim dapat berbaur dengan masyarakat di daerah kunjungan. “Dengan demikian, tim dapat mengetahui semua masalah yang dihadapi masyarakat dan nanti dapat dicarikan solusi terhadap persoalan tersebut,” pungkas Helvizar Ibrahim.

Sementara itu, Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat (Karo Isra) Setda Aceh, Zahrol Fajri, mengatakan program safari Ramadhan itu bertujuan untuk menjalin silaturahmi antara Pemrintah Aceh dengan pemerintah kabupaten/kota se-Aceh dan dengan masyarakat. Safari Ramadhan, lanjut Zahrol, juga diharapkan menjadi media sosialisai program pembangunan Pemerintah Aceh kepada masyarakat. “Selanjutnya untuk menerima saran dan masukan dari masyarakat, serta mendengar isu masalah di tengah masyarakat untuk dicari jalan keluarnya,” ungkap Zahrol.

Dijelaskan, safari Ramadhan juga diharapkan dapat meningkatkan peran ulama dan dai dalam pelaksanaan dinul Islam dan peningkatan syiar Islam. “Safari Ramadhan juga bertujuan untuk meningkatkan peran ulama dan dai dalam merajut ukhwah ummat,” katanya.

Ceramah yang akan disampaikan dalam safari Ramadhan, menurut Zahrol, terdiri atas beberapa tema. Di antaranya, sebut Zahrol, konsep kesatuan dan persatuan dalam membangun umat Islam, membangun karakter islami menuju Aceh Meuadab, serta pentingnya tumbuh dan berkembang diri menuju Aceh Carong. “Selain itu juga ada tema-tema lain yang ada kaitannya dengan 15 program unggulan Pemerintah Aceh,” ujar Zahrol.

Pemerintah Aceh melalui tim safari Ramadhan, tambahnya, juga memberikan bungong jaroe atau bantuan operasional kepada masjid yang dituju. Setiap kabupaten/kota akan dikunjungi tiga, dimana untuk setiap masjid Pemerintah Aceh menyediakan bungong jaroe sebesar Rp 14 juta. Sehingga total biaya bungong jaroe yang disediakan untuk setiap kabupaten/kota adalah Rp 42 juta. “Pemerintah Aceh menganggarkan biaya bantuan bungong jaroe untuk seluruh masjid yang dikunjungi di Aceh selama safari Ramadhan tahun ini sebesar 966 juta rupiah,” pungkas Karo Isra Setda Aceh.(jal) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!