Pleno Rekapitulasi KIP Aceh Besar Kembali Ricuh, Massa Robohkan Tenda dan Bakar Kursi

oleh

Massa merobohkan tenda di depan gedung DPRK Aceh Besar. Foto screenshot video yang beredar di Whatsapp.

Pleno Rekapitulasi KIP Aceh Besar Kembali Ricuh, Massa Robohkan Tenda dan Bakar Kursi

 

 

 

 

Uri.co.id, BANDA ACEH – Rapat pleno rakapitulasi perolehan suara Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Besar yang berlangsung di gedung DPRK di Kota Jantho, Jumat (10/5/2019) kembali berakhir ricuh.

Massa yang kecewa terhadap KIP Aceh Besar lantaran tidak merespons permintaan sejumlah partai politik –sebagaimana rekomendasi Panwaslih Aceh Besar– yang meminta dilakukan penghitungan ulang suara di 220 TPS di 15 kecamatan, tersulut emosi dan merobohkan tenda lalu membakarnya berikut dengan kursi yang berada di depan gedung DPRK setempat.

Dalam sebuah video yang beredar dan dikirim ke pihak Uri.co.id, sejumlah massa yang tidak diketahui dari partai mana, tampak marah dan meluapkan kemarahan mereka dengan merusak tenda dan kursi.

Sambil berteriak, massa merobohkan tenda lalu membakar sejumlah kursi. Kejadian itu juga ditonton oleh sejumlah orang lainnya seperti terlihat dalam video itu.

Untuk diketahui, rapat rekapitulasi perolehan suara tadi adalah rapat ketiga kali yang digelar oleh KIP Aceh Besar, rapat sebelumnya pada Selasa (7/5/2019) juga berakhir ricuh.

Rapat pleno hari ini dimulai sejak pagi. Informasi yang dihimpun Uri.co.id, rapat berulang kali harus diskors, karena terjadi perdebatan alot, sepanjang rapat pleno antara perwakilan sejumlah partai politik dengan komisioner KIP Aceh dalam rapat tersebut.

Agenda rapat pleno itu menjadi riuh dan menjadi ajang debat para peserta di dalamnya.

Rapat yang dimulai sebelum Jumat diskors tanpa ada hasil, kemudian dilanjutkan setelah pelaksanaan shalat Jumat yang juga harus diskors karena tida ada titik temu. Rapat kembali dilanjutkan setelah shalat Ashar yang juga tidak ada hasil.

Saat itulah, massa dari sejumlah partai politik yang berada di luar gedung berang, apalagi mereka tidak dizinkan masuk ke dalam ruangan untuk mengikuti rapat tersebut, ditambah lagi komisioner KIP Aceh Besar yang tidak mengakomodir permintaan sejumlah parpol– sebagaimana rekomendasi Panwaslih Aceh Besar–untuk dilakukan penghitungan ulang suara di 220 TPS di 15 kecamatan.

Hingga berita ini diturunkan, Uri.co.id tidak tersambung dengan Ketua KIP Aceh Besar, Cut Agus. Nomor yang biasa digunakannya juga tidak aktif.

Bahkan saat Uri.co.id mengonfirmasi hal itu kepada Komisioner KIP Aceh, Agusni AH, dia juga tidak mengetahuinya. “Itulah, kami juga belum tersambung, nomor mereka (komisioner KIP Aceh Besar tidak aktif),” pungkas Agusni AH. (*)

 
 
  ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!