Menumpuk di Sekitar IGD, Penghuni Rumah Singgah RSUZA Diminta Patuhi Aturan

oleh

Uri.co.id, BANDA ACEH – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh meminta penghuni Rumah Singgah, yakni fasilitas penginapan bagi keluarga pasien rumah sakit tersebut, untuk mematuhi peraturan yang berlaku.

Pasalnya, tak sedikit keluarga pasien yang sudah diinapkan di fasilitas terbaru itu malah kembali menumpuk di dekat ruang ICU, ICCU, kamar operasi, bahkan menumpuk di depan IGD, sehingga membuat suasana RS menjadi kumuh.

Hal itu disampaikan Direktur RSUZA Banda Aceh, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine kepada Uri.co.id, Jumat (10/5/2019).

Saat ini Rumah Singgah menampung sekitar 60 orang setiap hari, yang mana berlaku sistem check in and check out layaknya hotel.

“Fasilitas ini sebenarnya untuk menampung keluarga pasien agar tidak tidur lantai RS. Namun, mereka yang sudah ditampung ini justru kembali lagi ke tempat semula dan membuat RS kumuh lagi,” katanya.

Berdasarkan aturan yang berlaku, sambung Azharuddin, Rumah Singgah hanya bisa menampung 1 orang keluarga pasien, yang boleh menempati fasilitas itu selama keluarganya dirawat di RSUZA.

“Kami tidak mungkin menampung seluruh anggota keluarga yang ikut mendampingi pasien. Budaya itu semestinya harus dihindari agar RS juga bisa terbantu keteraturannya,” jelasnya.

Direktur RSUZA menambahkan, fasilitas emergency seperti IGD semestinya bebas dari kekumuhan.

Hal itu penting agar petugas medis mampu memberikan layanan cepat, aman, dan bermutu kepada pasien.

Di samping itu, ketidakteraturan tersebut akan mempengaruhi akreditasi rumah sakit yang saat ini menyandang predikat paripurna itu.

“Kami mohon partisipasi dan kepedulian masyarakat agar dapat memanfaatkan rumah singgah secara baik. Fasilitas ini merupakan upaya pemerintah untuk membantu keluarga pasien yang jauh dan kurang mampu dalam mencari tempat tinggal. Jadi mohon patuhi peraturan yang berlaku,” tegasnya.(*) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!