DPMPTSP Aceh Ajak Kabupaten/Kota Susun Materi Promosi Investasi

oleh

Uri.co.id, BANDA ACEH – Pemerintah Aceh selama ini fokus menjadikan investasi sebagai motor penggerak utama ekonomi.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) Tahun 2017-2022, Aceh fokus mengembangkan investasi di sektor pariwisata, agroindustri, energi dan infrastruktur dan pengembangan kawasan (kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri).

Sejalan dengan RPJMA, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh pun terus menyiapkan data dan informasi yang telah dikemas dalam bentuk materi promosi baik berupa buku peluang investasi, mapping potensi, dan brosur/leafled potensi investasi.

“Materi ini dijadikan sebagai alat untuk melakukan promosi, baik di dalam maupun luar negeri dengan tujuan untuk menjaring minat investor untuk berinvestasi di Aceh,” kata Cut Eliza Meutia, staf Bidang Promosi, DPMPTSP Aceh, kepada Uri.co.id, Jumat (10/5/2019).

Penyusunan materi promosi tersebut, selama ini dilakukan dengan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, di SKPA dan kabupaten/kota se-Aceh.

“Menyadari bahwa seiring dengan perkembangan di dunia investasi dan persaingan masing-masing negara, khususnya daerah dalam menggaet investor, maka perlu dilakukan terobosan dalam menyiapkan informasi terkait peluang investasi yang dimiliki oleh Aceh,” ujarnya.

Upaya penyajian informasi terkait peluang investasi di Aceh yang dilakukan DPMPTSP Aceh, telah tertuang dalam buku Aceh Investment Opprtunities.

Namun informasi yang tersaji belum sempurna sesuai dengan informasi yang dibutuhkan oleh calon investor. 

Hal ini juga tidak lepas dari kesiapan masing-masing obyek yang dijadikan peluang investasi di masing-masing kota dan kabupaten.

Selain itu, data pendukungnya pun belum lengkap. 

Contoh permasalahan d iantaranya, lahan yang belum clear and clean, infrastruktur dasar yang belum mumpuni, dan kajian awal belum tersedia.

Karena itu, informasi yang tersedia pun masih berbasis data produktivitas komoditi unggulan daerah.

“Permasalahan ini menjadi pembahasan di tiap pertemuan DPMPTSP, karena banyak daerah belum mampu menyajikan informasi potensi investasi yang sesuai standar yang dibutuhkan oleh calon investor,” ungkap Cut Eliza.  ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!