Pasangan Selingkuh yang Melibatkan Pejabat Abdya Diproses Hukum, Keduanya Terancam 30 Kali Cambuk

oleh

Uri.co.id, BLANGPIDIE – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) resmi mencopot
Rd (38) oknum pejabat eselon IV yang ditemukan selingkuh di parkiran belakang kantor Bupati Abdya bersama Id (37)
staf Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMP4) setempat.

Meski sudah dicopot dan tidak bisa naik pangkat selama tiga tahun, Satpol Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Abdya memastikan bahwa kasus tersebut tetap diproses hukum syariat Islam.

“Iya meski sudah dicopot oleh bupati dan diberikan sanksi disiplin PNS, keduanya tetap diproses,” kata Kepala Satpol PP dan WH Abdya, Riad SE melalui penyidik Satpol PP dan WH Abdya, Delvan Arianto SIP, Jumat (10/5/2019) kepada Uri.co.id.

Bahkan, kata Delvan, dalam waktu dekat berkas Rd dan Id yang kini telah dimutasi di Setcam Lembah Sabil dan Setcam Setia itu akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Abdya.

“Senin, insya Allah berkasnya kita serahkan ke Jaksa untuk tahap pertama (P-19),” terangnya.

Menurutnya, Rd dan Id yang merupakan pernah satu kantor di DPMP4, terancam dijerat Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayah

“Kedua ini, dijerat dengan Pasal 25 ayat (1) Qanun Hukum Jinayah dengan ancaman hukuman cambuk maksimal 30 kali,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam pasal 25 itu jika terbukti melakukan ikhtilath atau perbuatan bermesraan seperti bercumbu, bersentuh-sentuhan, antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri dengan kerelaan kedua belah pihak, baik pada tempat tertutup maupun terbuka terancam hukuman cambuk maksimal 30 kali atau denda paling banyak 300 gram emas murni atau penjara maksimal 30 bulan

“Memang dari beberapa kali pemeriksaan, ada beberapa bukti dan keterangan saksi yang bisa menjerat mereka,” pungkasnya.(*) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!