Partai Aceh Kehilangan Empat Kursi di Pemilu 2019 Sekaligus Lengser dari Posisi Ketua DPRK Abdya

oleh

Laporan Zainun Yusuf I Aceh Barat Daya

Uri.co.id, BLANGPIDIE – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menuntaskan rekapitulasi dan penetapan hasil perolehan suara Pemilu 2019 paad 1 Mei lalu.

Namun, prediksi parpol dan caleg sukses meraih kursi DPRK Abdya Periode 2019-2024, masih menjadi bahan perbincangan masyarakat hingga Jumat (10/5/2019).

Ada beberapa hal yang menjadi topik bahasan, mulai parpol gagal yang memperoleh kursi, parpol yang berkurang dan kehilangan kursi sampai parpol yang sukses menambah kursi di DPRK Abdya.

Dari 20 partai politik (parpol) nasional dan lokal, tercatat 16 parpol mengikuti Pemilu Legislatif (Pileg) serentak 2019 di Kabupaten Abdya.

Hasilnya, sebanyak 11 parpol menguasai 25 kursi DPRK setempat, sedangkan lima parpol gagal meraih kursi.

Berdasarkan rekapitulasi dan penetapan hasil perolehan suara dalam rapat ppleno KIP Kabupaten Abdya, diketahui bahwa lima parpol gagal meraih kursi DPRK Abdya, yaitu PBB (Partai Bulan Bintang), Partai SIRA, PDA (Partai Daerah Aceh), Garuda (Partai Gerakan dan Perubahan Indonesia) PSI (Partai Solidaritas Indonesia).

Ketua KIP Abdya, Sanusi SPd, didampingi Kasubbag Teknis Pemilu dan Hupmas, Agus Mudaksir SH dihubungi Uri.co.id, Jumat (10/5/2019) lima partai tersebut (PBB, Partai SIRA, PDA, Garuda, dan PSI) gagal memperoleh kursi DPRK setempat pada Pemilu serentak 2019.

Sedangkan empat parpol lainnya diakui memang tidak mencalonkan wakilnya (caleg) untuk mengikuti Pileg DPRK Abdya Pemilu 2019, yaitu PDI Perjuangan, Partai Berkarya, Perindo (Partai Persatuan Indonesia) dan PKPI (Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia).

Sementara 11 parpol sukses meraih kursi DPRK Abdya Periode 2019-2024. Berdasarkan rekapitulasi dan penetapan hasil perolehan suara Pemilu 2019, dari 25 kursi DPRK setempat, 18 di antaranya dikuasai enam parpol, Demokrat, PNA, PA, PAN, Nasdem, dan Golkar masing-masing meraih 3 kursi.

Tujuh kursi lainnya diraih lima parpol, PKB dan Gerindra masing-masing 2 kursi serta Hanura, PKS dan PPP masing-masing 1 kursi.

DPRK Abdya sebanyak 25 kursi dibagi tiga daerah pemilihan (dapil) dalam sembilan kecamatan.

Dapil 1 meliputi Kecamatan Blangpidie, Susoh, dan Jeumpa sebanyak 10 kursi.

Dapil 2 terdiri dari Kecamatan Setia, Tangan-Tangan, Manggeng dan Lembah Sabil sejumlah 8 kursi.

Dapil 3 meliputi Kecamatan Kuala Batee dan Babahrot sebanyak 7 kursi.

Partai Demokrat sebagai pemenang Pileg DPRK Abdya ternyata tidak mampu mendapat lebih dari 1 kursi setiap dapil.

Partai ini mendapat 1 kursi setiap dapil, sama dengan lima parpol lainnya, PNA, PA, PAN, Nasdem, dan Golkar masing-masing mendapat 1 kursi setiap dapil.

Tentang tidak ada satu pun parpol mampu meraih lebih dari 1 kursi setiap dapil, menurut keterangan karena penetapan kursi terpilih pada Pemilu 2019 menggunakan metode Saint Lague yang menerapkan bilangan pembagi berangka ganjil 1, 3, 5, 7 dan seterusnya.

“Padahal, bila penetapan kursi terpilih seperti metoda yang digunakan Pemilu 2014 lalu, maka Demokrat bisa meraih 2 kursi di Dapil 1 dan Dapil 3,” kata salah seorang Pengurus Partai Demokrat Abdya.

Didasarkan kepada rekap suara yang sudah tuntas dilaksanakan KIP Abdya, dua parpol terjadi penurunan perolehan kursi di DPRK.

PA sebelumnya 7 kursi diperkirakan hilang 4 kursi sehingga tersisa 3 kursi, dan Hanura dari 2 turun menjadi 1 kursi.

Bukan saja hilang 4 kursi, PA bakal kehilangan hak menduduki jabatan Ketua DPRK Abdya.

Jabatan Ketua DPRK Abdya diperkirakan beralih kepada Partai Demokrat yang meraih suara terbanyak pertama dari tiga dapil.

Tiga parpol meningkat perolehan kursi, yaitu PNA dari 1 menjadi 3 kursi, Golkar dari 1 menjadi 3 kursi dan Gerindra dari 1 menjadi 2 kursi.

Bahkan, jatah Wakil Ketua I DPRK diperkirakan menjadi hak PNA yang meraih suara terbanyak kedua dari tiga dapil. Sementara PA diperkirakan mendapat jatah Wakil Ketua II DPRK Abdya.

Partai Amanat Nasional (PAN) diperkirakan tidak lagi menempati wakilnya di jajaran pimpinan DPRK sebagaimana periode 2014-2019 mendapat jatah Wakil Ketua II DPRK Abdya.

PAN kehilangan hak sebagai wakil ketua dewan karena hasil perolehan suara Pileg kali ini masih di bawah Demokrat, PNA dan PA.

Dua parpol dalam Pileg 2014 lalu tidak berhasil menempatkan wakilnya di DPRK, ternyata muncul dalam Pileg 2019, yaitu PKS dan PPP masing-masing mendapat 1 kursi.

PKS mendapat satu kursi dari Dapil 1 dan PPP memperoleh satu kursi dari Dapil 2.

Sebaliknya, dua parpol yang sebelumnya mendapat satu kursi, ternyata kehilangan kursi dalam Pileg kali ini, yaitu PBB dan PKPI.

Khusus PKPI memang tidak ada caleg untuk DPRK Abdya untuk Pemilu kali ini.

Sedangkan empat parpol berhasil mempertahankan masing-masing 3 kursi di DPRK Abdya, yaitu Demokrat, PAN, Nasdem.

Kemudian PKB juga mempertahan 2 kursi di DPRK setempat.(*) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!