Pembunuhan Pemuda Aceh Utara di Bener Meriah Terungkap Lewat HP, Ini Kata Polisi dan Tersangka

oleh

Pembunuhan Pemuda Aceh Utara di Bener Meriah Terungkap Lewat HP, Ini Kata Polisi dan Pengakuan Tersangka

SERAMBINEWS. COM, REDELONG – Setelah lima hari melakukan penyelidikan, aparat Polres Bener Meriah berhasil menangkap pelaku pembunuhan pemuda Aceh Utara yang dibuang ke parit di Kampung Weh Due, Kecamatan Permata, Rabu (1/5/2019).

Polisi berhasil mengungkap kasus ini berdasarkan informasi yang didapatkan dari HP korban, M Ali, yang ditemukan di sekitar lokasi.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Fahmi Irwan Ramli, melalui Kasat Reskrim, Iptu Wijaya Yudi, ketika menggelar konfrensi pers, Jumat (10/5/2019) mengatakan pengungkapan kasus itu berawal dari alat komunikasi korban.

Dari HP korban, polisi mengecek kembali komunikasi yang terjadi. Misalnya, siapa yang pernah dihubungi korban, dan siapa yang menghubungi korban.

“Kita lihat dari riwayat komunikasi, baik pelaku kepada korban dan korban kepada pelaku. Setelah kita cek hari Selasa (30/4/2019) dari pukul 13.00-22.00 WIB berulang-ulang pelaku dan korban saling komunikasi,” kata Kapolres.

Dari alat komunikasi itu, lanjutnya, polisi melakukan pengembangan dan mengarah kepada Muksalmina (22), yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Muksalmina (22) ditangkap Minggu (5/5/2019)  di Kampung Meunasah Barat, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, di rumah orang tua tersangka.

“Jadi pada sehari sebelum aksi pembunuhan, mereka berdua saling komunikasi. Dan pukul 22.45 WIB, Selasa (30/4/2019) mereka menuju Bener Meriah, dan pelaku pun mencari tempat sepi,” ujar Kasat Reskrim ini.

“Motifnya pelaku dendam karena hutang korban yang berjumlah Rp 4,2 juta tak kunjung dibayar kepada pelaku,” tambahnya.

Alhasil, kondisi jalan menuju kampung Wih Due yang sepi, pelaku kemudian menghujamkan sangkur yang sudah disiapkan untuk menghabisi korban ke arah bagian kepala dan badan.

Bahkan, berdasarkan pengakuan tersangka, perencanaan pembunuhan itilu sudah disiapkan jauh-jauh hari.

Namun baru bisa terlaksana, karena mengiming-imingi korban untuk mengambil sabu-sabu ke Bener Meriah, sebagai pemasukan tambahan menjelang lebaran nanti.

“Di TKP korban dan pelaku sempat bergulat (berkelahi) hampir satu jam, namun karena pelaku membawa sajam akhirnya korban tak bisa selamat,” tukasnya.

Hal itulah yang membuat korban setengeh telanjang, lanjutnya, karena perkelahian yang hampir satu jam antara pelaku dan korban.

“Saat perkelahian itu terjadi korban terdesak ke pinggiran jalan dan kemudian terjatuh, saat itu pelaku berusaha menarik korban dengan menarik bajunya, namun baju malah terlepas. Sebelum akhirnya ditemukan warga dengan kondiai setengah telanjang,” papar Iptu Wijaya.

Kemudian tersangka membawa motor korban, mengarah ke pemukiman Wih Due, dan menghubungi salah satu warga yang dikenal tersangka.

“Bahkan ia sempat menginap sampai 17.00 WIB, dan kemudian berangkat menuju Bireuen. Walapun pagi sekira pukul 07.30 WIB paginya korban ditemukan. Berdasarkan keterangan pemilik rumah (saksi) saat evakuasi korban, pelaku hanya tidur – tiduran dirumah,” tegasnya.

Tersangka yang ditanyai Uri.co.id mengatakan tindakan pembunuhan tersebut memang sudah direncanakan karena korban dianggap pembohong, karena tidak mau membayar hutang.

“Ia juga menjanjikan kepada saya untuk menutupi hutangnya, saya akan dimasukkan menjadi Satpol PP tapi rupannya tidak,” ingatnya.

Kemudian pelaku juga dijanjikan akan diberikan kendaran roda dua oleh korban namun janji itu tak kunjung ditepati.

“Saya dijanjikan akan diberikan kereta bodong seharga Rp 2 jutaan, untuk menutupi hutangnya, tapi tak juga. Kemudian saya dendam merencanakan pembunuhan,” akuinya.

Lebih lanjut Muksalmina mengatakan, alasan Kabupaten Bener Meriah menjadi tempat pembunuhan, jika sudah memasuki pertengahan malam suasana akan sangat sepi.

Berbeda dengan Kabupaten Bireuen, kendati sudah dini hari, akan tetapi masih ada masyarakat yang beraktivitas di luar.(*) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!