Longsor Rusak Tiga Rumah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Longsor Rusak Tiga Rumah

Foto Longsor Rusak Tiga Rumah

* Bak Penampung PDAM Meluap

TAKENGON – Longsor yang terjadi pada Jumat (17/6) subuh, sekitar pukul 05.30 WIB di Kampung Hakim, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah membuat tiga rumah rusak berat. Material longsor yang berada di atas perbukitan menimpa rumah mereka yang berada di bawah, tetapi tidak ada korban jiwa dalam bencana itu.

Menurut warga, diduga meluapnya bak penampungan air milik PDAM Tirta Tawar yang ada di kampung itu. Air luapan meresap hingga membuat tebing bukit yang ada di belakang rumah warga longsor dan merusak tiga rumah di daerah itu.

“Di atas sana, ada bak penampung air milik PDAM dan tadi malam meluap serta menyebabkan longsor,” kata seorang korban Argunara kepada Serambi, Jumat (17/6). Disampaikan, sejak pukul 03.00 WIB, sudah ada terdengar suara air bergemuruh di atas bukit di atas Kampung Hakim.

Awalnya diduga dari suara kayu damar yang ditiup angin kencang, tetapi tiba-tiba tanah di belakang rumah mereka longsor dan menimpa rumah. “Saya bersama istri dan anak-anak terpaksa lompat dari jendela untuk menyelamatkan diri,” tuturnya.

Meski rumah milik Argunara, nyaris rubuh tertimpa tanah longsor di bagian dapur tetapi seluruh keluargnya berhasil selamat dalam kejadian itu. Tapi sebagian harta benda korban tidak berhasil diselamatkan lantaran tertimbun tanah. “Itu semua peralatan dapur tertimbun longsor dan sudah tidak bisa lagi diambil. Termasuk, ada beberapa alat elektronik juga yang belum bisa diambil,” keluhnya.

Paska kejadian itu, Argunara dan keluarganya terpaksa mengungsi ke pondok yang ada di depan rumahnya. Sedangkan rumah milik Argunara, tidak bisa dihuni lagi karena nyaris rubuh. Begitu juga dengan dua rumah lainnya milik Bahagia Hamka dan Helmi yang terpaksa mengungsi akibat musibah itu. “Bagaimanan kami tidak mengungsi, karena rumah tidak bisa lagi ditempati,” ungkap Argunara.

Berdasarkan amatan Serambi, hingga Jumat siang, korban tanah longsor masih menunggu bantuan dari pemerintah. Pasalnya, bila bantuan tidak segera diserahkan pihak pemerintah, para korban akan tinggal di gudang kecil yang ada di depan rumah. “Tadi pagi adalah yang sudah mendata, tapi sampai siang ini, belum ada bantuan apapun saya terima,” pungkasnya.(my)  

(uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id