Mahasiswa UT Pijay Mengaku Dirugikan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Mahasiswa UT Pijay Mengaku Dirugikan

Foto Mahasiswa UT Pijay Mengaku Dirugikan

* SPP Telah Disetor Tapi Ujian Tak Diperkenankan

MEUREUDU – Sejumlah mahasiswa dari Universitas Terbuka (UT) Pidie Jaya, yang mengaku telah menyetor Sumbangan Pendidikan dan Pembangunan (SPP) serta pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), namun, kemudian tak diperkenankan mengikuti ujian semester.

Tarmizi, warga Gampong Mayang, Kecamatan Bandarbaru, Pijay, satu dari sejumlah mahasiswa yang dirugikan ini, kepada Serambi Sabtu (18/6) mengatakan, akibat kebijakan yang diberlakukan pihak UT Pijay, mahasiswa mengalami kerugian baik secara materil dan waktu.

Tarmizi mengungkapkan, awalnya, dalam semester VII mahasiswa telah melakukan pengisian KRS dan penyetoran SPP secara kolektif oleh pihak manajemen kampus. “Namun anehnya, baru dalam sepekan ini mereka menginformasikan bahwa kami tidak dapat mengikuti ujian akibat kesalahan (ganda/double nama) dalam penyetoran SPP,” kata Tarmizi.

Padahal, selama ini, tidak pernah terjadi nama ganda dalam pembayaran SPP ini. Pihak mahasiswa juga telah menyampaikan konfirmasi ke pihak kampus terkait hal ini. Sayangnya, pihak manajemen UT Pidie Jaya terkesan buang badan. Sehingga tak ada kejelasan hingga saat ini. “Kami minta Dinas Pendidikan ikut menyelesaikan konflik ini,” kata sejumlah mahasiswa lainnya.

Menurut mahasiswa, saat dilakukan pengecekan, ternyata pihak manejemen kampus tidak memiliki daftar nama-nama (cek list) data mahasiswa secara valid. Sehingga sangat memungkinkan terjadinya kesalahan data yang tidak diinginkan. “Agar kami tak dirugikan, pihak kampus hendaknya menyertakan seluruh mahasiswa mengikuti ujian semester ini untuk selanjutnya dapat mengisi KRS semester berikutnya (VIII),” harapnya.

Staf Universitas Terbuka (UT) Pidie Jaya, Dedy Miswar yang dihubungi Serambi, Sabtu (18/6) mengatakan, pihaknya telah memberikan slip penyetoran SPP agar diserahkan oleh masing-masing mahasiswa.

“Tapi beberapa mahasiswa seperti atas nama Juliati, menyuruh orang lain (pihak ketiga). Saat penyerahan berkas, nama yang keluar adalah nama pihak ketiga. Sehingga nama mahasiswa yang bersangkutan tak terekam dalam slip validasi setoran oleh pihak bank,” jelasnya. Dedy mengatakan, persoalan ini sebenarnya telah dijelaskan kepada mahasiswa bersangkutan.

“Jika namanya tak terekam dalam slip bank, maka yang bersangkutan harus mengikuti ujian pada semester berikutnya (VIII). Ini sebagaimana petunjuk dari pihak UT pusat (Jakarta). Sebab, ini bukan kesalahan di Pokja UT, melainkan maahasiswa bersangkutan yang tidak menyetor sendiri SPP-nya,” tambah Dedy.(c43) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id