Sebagian Aceh Berpotensi Hujan Malam Hari | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Sebagian Aceh Berpotensi Hujan Malam Hari

Foto Sebagian Aceh Berpotensi Hujan Malam Hari

BANDA ACEH – Kepala Seksi Data dan Informasi (Datin) BMKG Bandara Sultan Iskandarmuda Blangbintang, Zakaria SE mengatakan, walaupun sebagian wilayah Aceh berpotensi diguyur ringan hingga sedang pada sore dan malam hari. Namun, memasuki Maret 2016 ini, mulai beralih ke musim kemarau. “Karenanya, BMKG mengingatkan warga masyarakat agar berhati-hati membakar sampah, terutama di dekat lahan gambut,” kata Zakaria, kepada Serambi, Senin (29/2) malam..

Ia menyebutkan, pegerakan semu matahari yang bergeser enam bulan ke 23,5 derajat belahan utara garis khattulistiwa yang terjadi 21 Juni dan enam bulan berada di 23.5 derajat  dibelahan bumi sebelah selatan garis khatulistiwa yang tejadi pada 22 Desember dan matahari berada digaris khatulistiwa dalam setahun dua kali, yaitu 21 Maret, dan  23 September, maka posisi matahari saat ini berada sebelah selatan dekat garis khatulistiwa dan terus bergerak menuju ke belahan bumi sebelah utara (bbu).

Pergerakan semu matahari ini sangat berpengaruh terhadap musim yang terjadi di Indonesia secara umum dan Aceh khususnya, dimana ketika matahari berada di bbs (bumi belahan selatan) yang terjadi mulai bulan september, Indonesia atau Aceh khususnya mulai nmemasuki musim hujan, dan awal pertengahan bulan Februari adalah mulai beralih ke musim kemarau.

Zakaria menjelaskan, dari pergerakan bumi tersebut, maka sebagian Aceh sekarang sudah memasuki musim kemarau. Antara lain Sabang, Banda Aceh, sebagian Aceh Besar, Pidie, Pidie jaya, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur dan Aceh Tamiang. Untuk daerah barat selatan Aceh dan bagian Tengah Aceh merupakan daerah non zoom, dimana daerah ini setiap bulan ada hujan, walau tidak seperti bulan-bulan musim penghujan.

Telah masuknya musim kemarau di Aceh, terlihat juga dari beberapa indikator pemantauan cuaca. Seperti: suhu udara lapasan atas terjadi peningkatan yang berpengaruh turunnya persen uap air diudara (RH), dimana nilai RH lapisan atas antara 40-60 persen,  perkiraan pergerakan MJO menuju kuadran 6 & 7, artnya MJO sudah meninggalkan Benua Maritim (Indonesia) yang berada diquadran 3 & 4, disamping itu juga bila dilihat dari K Indek (lndek Konvektif) nilainya rendah, ini menunjukkan bahwa pertumbuhan awan konvektif sangat tidak mendukung.(awi) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id