Angin Kencang Landa Pantai Barat Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Angin Kencang Landa Pantai Barat Aceh

Foto Angin Kencang Landa Pantai Barat Aceh

* Berpotensi 3 Hari ke Depan

MEULABOH – Angin kencang disertai hujan lebat, Jumat (17/6) dini hari melanda Aceh Barat, Aceh Besar, dan Aceh Besar. Warga sempat cemas, namun tak ada laporan kerusakan yang berarti. Bahkan pelayaran dari Ulee Lheue, Banda Aceh ke Balohan, Sabang, tak sampai terganggu seperti biasanya.

Namun, potensi angin kencang, hujan lebat, bahkan gelombang tinggi masih sangat berpeluang terjadi hingga tiga hari ke depan. Di perairan Aceh Jaya, Aceh Barat, hingga Nagan Raya, misalnya, tinggi gelombang diprediksi hingga 5 meter dan itu membahayakan bagi nelayan dan pelayaran.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Meulaboh-Nagan Raya kepada Serambi kemarin mengatakan, hingga tiga hari ke depan tinggi gelombang laut di pantai barat Aceh mencapai 5 meter. Angin kencang dan hujan deras pun berpotensi turun, terutama pada malam hari di wilayah barat hingga selatan Aceh.

“Nelayan diminta hati-hati melaut, demikian pula nakhoda boat dan kapal. Warga di daratan juga kami minta mewaspadai bahaya banjir dan longsor,” ujar Kepala BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Edi Darlupti.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, T Syahluna Polem SSos kepada Serambi kemarin mengatakan, meski belum ada laporan kerusakan akibat angin kencang yang melanda Aceh Barat, namun pihaknya tetap memantau kemungkinan banjir, mengingat dua sungai besar di Aceh Barat (Krueng Meureubo dan Krueng Woyla) debit airnya mulai meninggi. Tapi belum meluap.

 Tidak mengganggu
Dari Banda Aceh dilaporkan, hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Banda Aceh dan Aceh Besar, sejak beberapa hari terakhir ternyata tak sampai mengganggu pelayaran.

Kepala UPTD Pelabuhan Ulee Lheue, Misdaryanto mengatakan, meskipun cuaca kurang baik, tapi keberangkatan kapal ro-ro dan kapal cepat tidak mengalami hambatan. “Kapal cepat dan ro-ro tetap berangkat, walaupun cuaca kurang baik. Kapal tetap berangkat sesuai jadwal,” kata Misdaryanto di Banda Aceh.

Disebutkan, kapal yang berangkat pada Jumat (17/6) yaitu dua kapal cepat Express Bahari 2F dan satu KMP Tanjung Burang. “Pada saat ramai penumpang, kapal cepat bisa berangkat pada sore hari. Cuaca saat ini masih kondusif untuk berlayar,” tambahnya.

Sementara itu, prakirawan BMKG Blangbintang, Aceh Besar, Nasrol Adil mengatakan, cuaca buruk masih terjadi sepanjang Juni. Meski sudah masuk musim kemarau, tapi hujan disertai angin kencang masih akan terjadi dalam bulan ini.

“Ini yang disebut fenomena kemarau basah. Hujan dan angin masih terjadi meskipun intensitasnya tidak seperti di musim hujan,” kata Nasrol seraya memperingatkan masyarakat agar mewaspadai gelombang tinggi dan tanah longsor.

Dia katakan, gelombang pasang diprediksi terjadi di wilayah barat-selatan Aceh sjak 19 sampai 23 Juni 2016. “Hujan lebat beberapa hari terakhir mengguyur hampir sebagian besar Aceh. Analisis kami, wilayah tengah-tenggara dan Aceh Besar, khususnya kawasan Gunung Kulu hingga Geurute berpotensi longsor,” tandasnya.

 Kembali normal
Sementara itu, jadwal pelayaran kapal Balohan, Sabang-Ulee Lheue, Banda Aceh kemarin normal kembali. Baik kapal cepat maupu kapal lambat kini telah berlayar dua trip lagi.

Untuk melayani penumpang Balohan-Ulee Lheue dilayari dua unit kapal cepat, yaitu KM Express Cantika 89 dan KM Express Bahari 2F. Sedangkan KM Express Bahari 3B untuk sementara parkir di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.

Selain itu, kapal lambat KMP Tanjung Burang yang selama tiga hari ini hanya berlayar satu trip karena perawatan mesin, sejak kemarin mulai berlayar lagi dua trip sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Setelah jadwal pelayaran normal, sejauh ini jumlah penumpang yang menyeberang ke Banda Aceh dan yang datang ke Sabang masih  normal. “Belum terlihat lonjakan penumpang. Jumlah penumpang diperkirakan baru meningkat 10 hari menjelang Lebaran,” katanya.

Ditambahkan, kondisi cuaca di wilayah Sabang dan sekitarnya belum stabil, angin kencang disertai hujan ringan hingga sedang masih menerjang wilayah kepulauan itu.

 Jelang berbuka
Sementara itu, BMKG Lhokseumawe memprediksi, hingga tiga hari ke depan Lhokseumawe dan sekitarnya akan terus diguyur hujan pada sore hari (menjelang berbuka puasa) hingga tengah malam, meski intensitas hujannya masih normal, yakni 50 mm per hari.

Prakirawan BMKG Lhokseumawe, Nursyamsi M Alfian, Jumat (17/6)menyebutkan, hujan hingga tiga hari ke depan bisa terjadi akibat adanya pertumbuhan awan kumulonimbus atau awan kolektif yang tumbuh menjulang tinggi. Sedangkan awan tersebut tumbuh di daerah pegunungan, yakni kawasan Aceh Tengah dan sekitarnya, lalu menjorok ke pantai timur Aceh. “Jadi, perkiraan cuaca untuk Lhokseumawe dan sekitarnya hingga tiga hari ke depan tak ada yang ekstrem,” jelas Nursyamsi. (riz/edi/fit/bah/az) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id