Antrean Pasien Jantung di RSUDZA 500 Orang | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Antrean Pasien Jantung di RSUDZA 500 Orang

Foto Antrean Pasien Jantung di RSUDZA 500 Orang

BANDA ACEH – Atrean pasien kateterisasi dan bedah jantung di Rumah Sakit Umum Daerag dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Kota Banda Aceh, sampai kini mencapai 500 orang. Dari jumlah tersebut 332 orang kateterisasi dan bedah jantung 168 orang. Panjangnya antrean itu karena di rumah sakit tersebut masih terbatas peralatan.

“ Untuk menuntaskan penanganan pasienjantung sebanyak 500 orang tersebut, dibutuhkan waktu sampai tiga bulan ke depan, atau hingga bulan Oktober 2016,”kata Wakil Direktur Penunjang RSUDZA Banda Aceh, dr Nurnikmah MKes, kepada rombongan Komisi VI DPRA, saat melakukan kunjungan kerjanya ke RSUDZA, Jumat (17/6).

Kunjungan Kerja Komisi IV DPRA yang membidangi kesehatan ke RSUZA, langsung dipimpin Iskandar Daoed dan didampingi empat anggotanya yaitu Darwati A Gani, Nuraini Maida, Fatimah  dan Tarmizi Panyang.

Rombongan itu diterima Wakil Direktur (Wadir) Bidang Administrasi dan Umum, Fakhruddin, Wadir pengembangan SDM Marwan Yusuf, Wadir penunjang dr Nurnikmah, Kepala Bidang Pelayanan Medis, dr Nanda Earlia, Kepala Bidang Keperawatan Ners Zuraini, dan Kepala Bagian Bina Program dan Pemasaran dr Rindang Indayani.

Kabag Pelayanan Medis, dr Nanda Earlia mengatakan, antrean panjang kateterisasi jantung itu sangat banyak, karena alat untuk pelaksanaan kateterisasi jantung yang ada di RSUDZA, baru ada satu unit. Harga alat itu cukup mahal mencapai Rp 17,6 miliar, sehingga untuk pengadaannya, butuh dana yang besar. “ Kalau DPRA, setuju menambah satu unit lagi pada tahun 2017 mendatang, sehingga anteran panjang bisa teratasi,”kata dr Nanda.

Untuk bedah orthopedi (patah tulang), jumlah antriannya juga banyak mencapai 75 orang, dan untuk menghabiskannya butuh waktu dua bulan ke depan, atau hingga Agustus 2016.

Ruang Rawat Inap Baru
Pada bagian lain dr Nurnikmah menambahkan, jika tidak terjadi penambahan pasien dan untuk meningkatkan daya tampung pasien rawat inap, pihaknya segera mengfungsikan ruang rawap inap kelas ekonomi dan VIP yang telah selesai dibangun di bagian belakang RSUZA.

“Setelah pengadaan peralatan di ruang rawat inap itu selesai pada Agustus, maka bulan September kita fungsikan langsung ruang rawat inap itu,” ujar dr Nurhikmah. Selain itu juga disebutkan, kapasitas IGD/UGD, hanya untuk 40 tempat tidur. Tapi kalau lagi banyak rujukan dari RSUD Kabupaten/Kota, jumlah pasiennya bisa mencapai 90 orang.(her) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id