Doto Zaini Mundur dari PA | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Doto Zaini Mundur dari PA

Foto Doto Zaini Mundur dari PA

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, resmi menyerahkan surat pengunduran diri dari Tuha Puet DPA Partai Aceh (PA). Surat tertanggal 12 Juni 2016 itu ditujukan kepada Ketua DPA PA itu dimaksudkan untuk memenuhi salah satu persyaratan bagi calon perseorangan (independen) dalam Pilkada Aceh 2017.

Hanya saja, dalam surat itu Zaini mencantumkan syarat dalam pengunduran dirinya. “Bila pengunduran diri tak dipersyaratkan lagi dalam ketentuan Pilkada 2017, maka surat pernyataan yang saya kirimkan tersebut dinyatakan tidak berlaku dan saya masih sebagai anggota Partai Aceh,” tulis Gubernur dalam suratnya yang ikut ditembuskan kepada Ketua Majelis Tuha Peut PA, serta Ketua KIP, Ketua Panwaslih, dan Kakanwil Kemenkum HAM Aceh.

Ditemui Serambi di Meuligoe Aceh, Kamis (16/6), Zaini mengatakan, syarat itu sengaja dicantumkannya karena ia masih sangat mencintai PA. Abu Doto menyatakan, dirinya tidak mungkin melupakan Partai Aceh, karena ia termasuk salah seorang pendirinya.

Artinya, lanjut Abu Doto, surat pengunduran dirinya dari anggota Tuha Puet DPA PA itu dibuat hanya untuk memenuhi persyaratan agar bisa maju sebagai calon gubernur Aceh dari jalur perseorangan. Persyaratan dimaksud tercantum dalam Pasal 24 huruf (h) Qanun Pilkada Nomor 5 Tahun 2012 yang kini dalam proses revisi di DPRA. “Namun begitu, isi pasal 24 huruf (h) itu sudah tidak ada lagi,” ujarnya.

Gubernur berharap proses revisi qanun Pilkada berjalan lancar dan tak ada kendala lagi, sehingga surat pengunduran diri itu tidak diperlukan bagi setiap anggota parpol yang mencalonkan diri sebagai bakal calon kepala daerah yang maju melalui jalur independen.

Sebelumnya, Gubernur yang ditemui Serambi di Jakarta, Rabu (15/6) malam, masih merahasiakan sosok yang akan mendampingi dirinya sebagai wakil gubernur (cawagub) pada Pilkada 2017. Tapi ia memastikan figur itu sangat dekat dengan masyarakat dan bisa diterima di seluruh Aceh. “Tunggu saja. Akan ada kejutan. Saya umumkan sosok tersebut sebelum atau sesudah lebaran,” kata Zaini sambil tersenyum.

Zaini mengaku masih mencari waktu yang tepat untuk mendeklarasikan pasangannya. Staf khusus Gubernur Aceh, Muzakir A Hamid menimpali, “Termasuk, Anda juga pasti akan senang,” katanya yang disambut derai tawa Gubernur.

Zaini mengaku maju ke Pilkada melalui jalur independen. Alasannya, partai yang ikut ia dirikan dinilainya telah ternoda oleh pihak-pihak tertentu.

Secara terpisah, Juru Bicara DPA PA, Suadi Sulaiman menyayangkan sikap Doto Zaini yang mundur dari kepengurusan PA. Tapi, ia minta pengurus, kader, dan simpatisan partai di seluruh Aceh agar tidak terkecoh dengan mundurnya beberapa petinggi dan pengurus partai tersebut.

Dikatakan, pihaknya tidak bisa berkomentar banyak atas pilihan yang diambil oleh dr Zaini. Padahal, menurutnya, Zaini Abdullah merupakan orang yang terlibat langsung dalam melahirkan Partai Aceh. “Pengunduran diri Doto Zaini sangat kita sayangkan, namun apa hendak dikata itu memang sudah pilihan,” kata pria yang akrap disapa Adi Laweung ini di Banda Aceh, kemarin.

Selain Doto Zaini, sebelumnya petinggi dan pengurus partai yang sudah mundur dari PA seperti Zakaria Saman yang maju sebagai calon gubernur Aceh, Ridwan Abubakar alias Nek Tu maju sebagai calon bupati Aceh Timur, dan Adnan Beuransah maju sebagai calon wali kota Banda Aceh.(her/fik/mas) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id