Polisi Tahan Kades Tanah Baru | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Polisi Tahan Kades Tanah Baru

Foto Polisi Tahan Kades Tanah Baru

* Palsukan Tanda Tangan SPJ

KUTACANE – Aparat kepolisian Polres Aceh Tenggara (Agara) akhirnya menahan Kepala Desa (Kades) Tanah Baru, Aripin Sihombing, Kamis (16/6). Dia telah dilaporkan oleh warganya sendiri terkait pemalsuan tanda tangan Ketua Badan Permusyawaratan Kute (BPK) 2013/2014 saat pembuatan SPJ dana desa dan saat ini ditahan di sel Polsek Lawe Sigala-gala.

Kapolres Agara, Eddi Bastari didampingi Kapolsek Lawe Sigala-gala, Iptu Daud Ritonga, mengatakan telah menahan Kepala Desa Tanah Baru, Aripin Sihombing, kemarin. Dia menjelaskan yang bersangkutan akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk segera diadili, karena sudah tahap P21 pada Jumat (17/6).

Camat Lawe Sigala-gala, Imansyah Gengsi, membenarkan Kepala Desa Tanah Baru, Aripin Sihombing ditahan di Mapolsek karena memalsukan tanda tangan Ketua BPK Kute. “Kami belum menentukan Pj Kepala Desa Tanah Baru untuk menjalankan roda pemerintahan desa karena masih menunggu perintah dari pimpinan,” ujar Imansyah Gengsi.

Seperti dilansir sebelumnya, ratusan warga Desa Tanah Baru, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Agara, berdemo ke Kantor Camat Lawe Sigala-gala, Minggu (13/12/2015) sore. Kedatangan mereka terkait dugaan pemotong tulah desa, dana posyandu, mesin perontok jagung, pemalsuan tanda tangan, uang sewa lahan yang dilakukan oleh Kepala Desa Tanah Baru.

Warga pendemo yang mayoritas perempuan itu, bertemu dengan Camat Lawe Sigala-gala, Imansyah Gengsi, Danramil, Kapten Aspudin, Kapolsek, AKP Samsuddin Purba, Mukim Kute Tengah serta BPK Desa Tanah Baru.

Dalam pertemuan itu, Kepala Desa Tanah Baru, Aripin Sihombing juga hadir. Ia membantah tuduhan warga. Sempat terjadi perdebatan antara kepala desa yang juga hadir bersama istrinya dengan warga yang berdemo.

Warga menyanggah keterangan Kepala desa dalam pertemuan itu, pendemo menilai Kepala Desa telah melakukan pembelian yang tak rasional, seperti pembelian susu dan makan tambahan balita yang tidak dimusyawarahkan dengan bidan desa

Sekretaris Desa Tanah Baru, E Mangungsong, yang hadir dalam pertemuan itu mengatakan, warga datang beramai-ramai melaporkan, Aripin Sihombing yang diduga melakukan penyimpangan dana desa dan melakukan pungli.

Sedangkan Camat Lawe Sigala-gala, Imansyah Gengsi, Rabu (25/5) sempat menyatakan Aripin Sihombing dilaporkan oleh warganya karena memalsukan tanda tangan Ketua BPK Kute, Sumedi. “Tanda tangan itu dipalsukan saat proses pembuatan surat pertanggungjawaban (SPJ) dana desa untuk pembangunan SPAL,” ujarnya.

Namun, camat tidak menjelaskan secara detail dana pembangunan SPAL tersebut. “Kita sudah enam kali melakukan musyawarah dengan masyarakat di kantor camat untuk menuntaskan kasus tersebut, namun tidak juga membuahkan hasil, sehingga kasus itu harus ditangani oleh aparat Kepolisian,” tandasnya.

Selain itu, Camat Lawe Sigala-gala, Imansyah Gengsi, Kamis (16/6) memanggil seluruh penghulu atau 35 kades terkait penertiban warung makan dan kopi yang ternyata tetap buka pagi hari sejak awal Ramadhan, termasuk kedai tuak, walau sudah ada larangan.

“Kita harus hargai orang yang berpuasa dan warung kopi harus ditutup hingga pukul 16.30 WIB,” ujar Imansyah. Dikatakan, warkop yang buka sejak pagi selama puasa Ramadhan sudah melanggar aturan seruan bersama Muspida Plus. Dia mengimbau warkop agar tidak buka pagi hari dan non-Muslim menghormati orang yang berpuasa.(as) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id