Dana Pemeliharaan Jalan Turun | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dana Pemeliharaan Jalan Turun

Foto Dana Pemeliharaan Jalan Turun

* Dinas PU Galus Kewalahan

BLANGKEJEREN – Dana pemeliharaan dan perawatan jalan dan jembatan antardesa di Kabupaten Gayo Lues (Galus) 2016 turun dibandingkan 2015 lalu, walau sebenarnya belum memadai. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Galus mulai kewalahan dalam melakukan perawatan jalan kabupaten yang sebagian besar rusak atau dipenuhi rumput berduri.

Kepala Dinas PU Galus, Abdul Rasat ST, kepada Serambi, Rabu (15/6) mengatakan anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan 2016 berkurang dari tahun sebelumnya. Dia menyatakan sejumlah ruas jalan yang rusak terancam tidak dilakukan pemeliharaan rutin, akibat dana tidak memadai, bahkan terlalu kecil.

“Anggaran rutin pemeliharaan jalan dan jembatan turun, dari Rp 3 miliar pada 2015 menjadi Rp 2,5 miliar pada 2016,” ujarnya. Padahal, sebutnya, pembangunan dan peningkatan jalan terus bertambah, sehingga seharusnya saat diusulkan pada sidang paripurna dapat ditambah, bukan dipotong dan dikurangi, karena memang tidak mencukupi, walau Rp 3 miliar.

Menurut dia, anggaran rutin pemeliharaan jalan dan jembatan kabupaten di atas Rp 5 miliar per tahun. Dia beralasan, banyaknya ruas jalan penghubung antar kecamatan dan desa yang harus dilakukan pemeliharaan dan perawatan secara rutin.

“Kami akan mengusulkan penambahan anggaran pemeliharaan pada sidang perubahan anggaran mendatang, sehingga jalan maupun jembatan yang belum dilakukan pemeliharaan dapat dilakukan perawatan secara rutin,” demikian Kadis PU Galus itu.

Kadis PU Abdul Rasat juga menyinggung tentang rencana pembangunan 100 unit rumah dhuafa yang direncanakan mulai dibangun seusai lebaran Idul Fitri 1437 H. “Tim dan petugas sudah melakukan verifikasi data penerima bantuan rumah dhuafa, namun belum ditetapkan yang layak serta patut mendapatkan rumah bantunaini,” jelasnya.

Dia mengungkapkan jumlah pemohon rumah bantuan sekitar 700 orang, sementara rumah dibangun tahun ini berjumlah 100 unit, tersebar di 11 kecamatan. Berdasarkan hal tersebut, maka tim dibentuk untuk meneliti dan memverifikasi kembali data permohonan, sehingga benar-benar tepat sasaran.

Dia menjelaskan, dalam lima tahun terakhir ini, sebanyak 500 unit rumah bantuan layak huni untuk kaum dhuafa dan fakir miskin sudah dibangun. Dia menyatakan Baitul Mal Aceh dan Pemrov Aceh juga memberi bantuan rumah puluhan unit.

Sebelumnya, sejumlah warga yang telah mengajukan permohonan rumah bantuan mengaku sudah tidak sabar lagi mendengar kepastian rumah dibangun. “kami sangat mengharapkan agar rumah segera dibangun tahun ini, sehingga bisa ditempati,” kata Zainuddin dibenarkan sejumlah warga miskin lainnya di Kutapanjang. Dia mengaku petugas PU sudah melakukan survei ke lokasi yang direncanakan untuk pertapakan pembangunan rumah bantuan.(c40) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id