Ada Dua Lamborghini, Ini Deretan Mobil Mewah yang Dilelang Kantor Bea Cukai Banda Aceh

oleh

Ada Dua Lamborghini, Ini Deretan Mobil Mewah yang Dilelang di Kantor Bea Cukai Banda Aceh

Uri.co.id, BANDA ACEH – Kantor Bea dan Cukai Banda Aceh kembali melelang puluhan mobil mewah eks Singapore.

Dua unit Lamborghini berada di antara mobil-mobil mewah yang dilelang karena sudah menjadi barang milik negara.

Pengumuman lelang ini disampaikan pihak Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Banda Aceh, melalui iklan yang dimuat di halaman 2 Harian Serambi Indonesia, edisi Kamis 2 Mei 2019.

Lelang dilakukan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Banda Aceh dengan perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Banda Aceh, dan jasa pralelang PT Balai Lelang Artha.

“Tempat Lelang KPPBC Tipe Madya Pabean C Banda Aceh Jalan Soekarno Hatta No.3A Banda Aceh, Kamis 9 Mei 2019,” demikian bunyi pengumuman tersebut.

Proses pelelangan mobil mewah ini dilakukan secara online dan tanpa kehadiran peserta dengan penawaran tertutup.
Satu dari dua Lamborghini eks Singapore yang dilelang oleh pihak Kantor Bea dan Cukai Banda Aceh, Mei 2019.

Satu dari dua Lamborghini eks Singapore yang dilelang oleh pihak Kantor Bea dan Cukai Banda Aceh, Mei 2019. (DOK.KNPNL Banda Aceh)

Kepala Seksi Pelayanan Lelang KPKNL Banda Aceh, Febriano Iriawan Ishaq kepada Uri.co.id Kamis (2/5/2019) mengatakan, mobil-mobil yang dilelang itu adalah tegahan KPPBC Banda Aceh yang telah ditetapkan statusnya sebagai Barang Milik Negara (BMN).

Saat ini, mobil-mobil itu berada di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar.

“Masyarakat dapat melihat langsung pada sesi Aanwijzing/Open House pada tanggal 7 sampai 8 Mei 2019 pukul 10.00 – 15.00 WIB di Pelabuhan Malahayati, Kreung Raya, Aceh Besar,” kata Febriano.

Pekerja menurunkan mobil mewah eks Singapura  saat tiba di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, Senin (12/8). Menperindag RI memberi izin kuota impor kepada salah satu perusahaan untuk memasok 34 mobil dan 28 motor gede yang dijual lebih murah dibanding harga pasaran.

Pekerja menurunkan mobil mewah eks Singapura saat tiba di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, Senin (12/8). Menperindag RI memberi izin kuota impor kepada salah satu perusahaan untuk memasok 34 mobil dan 28 motor gede yang dijual lebih murah dibanding harga pasaran. (SERAMBI/BUDI FATRIA)

Dua Paket Lelang

Berdasarkan iklan pengumuman lelang yang dimuat di Harian Serambi Indonesia, ada 59 unit mobil yang dilelang dalam dua paket.

Paket pertama terdiri atas 29 mobil dari berbagai merek terkenal. Di antaranya ada Mercedes Benz, BMW, Mini Cooper, Land Rover, Lexus, Toyota, Honda, Jeep, Nissan, Lexus, Volkswagen, Madza, Audi dan lainnya.

Untuk paket pertama ini, nilai limit yang ditetapkan adalah Rp 4.187.556.000,- (empat miliar seratus delapan puluh tujuh juta lima ratus lima puluh enam ribu rupiah).

Dengan uang Jaminan senilai Rp 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah).
Mobil impor bekas dari Singapura terparkir di gudang PT Pelindo usai diturunkan dari kapal di Pelabuhan Malahayati Krueng Raya, Aceh Besar, Selasa (13/1). Sebanyak 59 mobil impor bekas tersebut sempat tertahan selama beberapa hari. SERAMBI/BUDI FATRIA

Mobil impor bekas dari Singapura terparkir di gudang PT Pelindo usai diturunkan dari kapal di Pelabuhan Malahayati Krueng Raya, Aceh Besar, Selasa (13/1). Sebanyak 59 mobil impor bekas tersebut sempat tertahan selama beberapa hari. SERAMBI/BUDI FATRIA ()

Sementara untuk paket kedua terdiri atas 30 mobil, juga dari merek terkenal.

Di paket kedua ini ada dua mobil Lamborghini, yaitu tipe Gallardo tahun 2003 dan Murcielago tahun 2001.

Selain itu ada juga mobil Bentley Continental GT tahun 2004, dan berbagai merek mobil lain keluaran tahun 1967 hingga 2005.

Nilai limit untuk paket kedua ini adalah Rp 4.078.819.000,- (empat miliar tujuh puluh delapan juta delapan ratus sembilan belas ribu rupiah), dengan uang jaminan Rp 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah).

Pengumuman lengkap tentang mereka dan jenis-jenis mobil yang dilelang ini dapat dilihat pada iklan lelang di halaman 2 Harian Serambi Indonesia, edisi Kamis 2 Mei 2019 hari ini.

Biaya Setelah Menang

Diumumkan juga bahwa peserta lelang yang ditetapkan sebagai pemenang/pembeli masih harus membayar:

a. Bea Lelang Pembeli sebesar 2% dari harga lelang disetorkan bersama sisa pelunasan harga lelang dalam kurun waktu 5 (lima) hari kerja.

b. Biaya Pencacahan sebesar 2,5% dari harga lelang disetorkan ke Nomor rekening 131101000176300 BRI Kantor Kas Gedung Keuangan Banda Aceh atas nama BPN 001 KPPBC Pabean C Banda Aceh sebelum pengambilan barang.

c. Sewa Gudang sebesar Rp.484.704.000,- per lot disetorkan ke Nomor rekening 589-360-10 BNI Cabang Kawasan Industri Medan atas nama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) sebelum pengambilan barang.

d. Jasa Pra Lelang sebesar 15% dari harga lelang disetorkan ke Nomor rekening 862-0881-199 BCA Cabang Citraland Surabaya atas nama PT Balai Lelang Artha sebelum pengambilan barang.

Syarat dan Ketentuan Lelang

1. Lelang dilaksanakan dengan penawaran secara tertulis tanpa kehadiran peserta lelang melalui internet (e-Auction) secara tertutup (closed bidding) yang dapat diakses pada alamat domain www.lelang.go.id.

2. Calon peserta lelang mendaftarkan diri dan wajib memiliki akun pada www.lelang.go.id dengan merekam serta mengunggah softcopy KTP, NPWP, dan nomor rekening atas nama sendiri (apabila kalah maka uang jaminan akan dikembalikan langsung ke nomor tersebut. Biaya Transfer, RTGS pengembalian uang jaminan dibebankan kepada peserta lelang).

3. Pembukaan penawaran lelang oleh Pejabat Lelang dilakukan pada Hari/tanggal: Kamis, 09 Mei 2019 pukul 11.00 Waktu Server Aplikasi Lelang Internet.

4. Peserta lelang wajib menyetor jaminan lelang masing-masing sebesar sesuai lot tersebut di atas. Setoran Jaminan lelang harus sudah efektif diterima oleh KPKNL selambat-lambatnya 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang atau paling lambat tanggal 08 Mei 2019.

5. Uang jaminan lelang disetorkan ke Nomor Virtual Account (VA) masing-masing peserta lelang, Nomor VA akan dikirimkan secara otomatis dari alamat domain di atas kepada masing-masing peserta.

6. Penawaran harga lelang dapat dilakukan setelah peserta menyetorkan uang jaminan dan dinyatakan sah sebagai peserta. Penawaran lelang paling sedikit sama dengan nilai limit.

7. Pemenang lelang akan diumumkan melalui e-mail dan atau akun masing-masing peserta segera setelah batas akhir penawaran.

8. Pemenang lelang harus melunasi harga lelang dan bea lelang pembeli dalam Waktu paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah pelaksanaan lelang.

Apabila wanprestasi atau tidak melunasi kewajiban pembayaran sesuai ketentuan, maka uang jaminan akan disetorkan ke Kas Negara dan Penetapan Pemenang Lelang dibatalkan

9. Peserta Lelang yang ditetapkan sebagai Pemenang/Pembeli masih harus membayar Bea dan Biaya seperti yang tercantum pada bagian II.

10. Barang dilelang dalam kondisi apa adanya (as is where is), tidak ada jaminan apapun berkenaan dengan kualitas maupun kuantitas barang.

Peminat yang melakukan penawaran (baik yang mengikuti maupun tidak Aanwijzing) dianggap sudah mengetahui dan setuju terhadap kondisi barang yang diajukan penawarannya.

11. Serah terima barang dilakukan setelah Pemenang lelang melunasi harga lelang dan kewajiban sebagaimana butir 9, paling lambat 5 (lima) hari kerja terhitung sejak tanggal batas waktu pelunasan sebagaimana dimaksud butir 8.

Apabila serah terima tidak/belum terlaksana dalam kurun waktu tersebut maka Penjual tidak bertanggung jawab terhadap objek lelang.

12. Apabila karena suatu hal terjadi penundaan/pembatalan pelaksanaan lelang terhadap satu atau beberapa barang di atas, maka peserta lelang tidak dapat melakukan tuntutan apapun kepada KPKNL Banda Aceh, KPPBC Tipe Madya Pabean C Banda Aceh, dan PT Balai Lelang Artha.

13. Informasi dan penjelasan lebih lanjut hubungi PT. Balai Lelang Artha Telp. (061) 42069050, 081362898999, 08170015370, 081396686970 atau kunjungi website www.balailelangartha.com.

14. Pengumuman lelang ini merupakan ketentuan yang mengikat semua pihak.

Tidak Lengkapi Persyaratan

Catatan Uri.co.id, mobil-mobil yang dilelang ini masuk ke Aceh pada awal 2015 lalu.

Setelah tiba di Aceh, ternyata importirnya tidak mengurus atau tidak dipenuhi persyaratan-persyaratan kelengkapan impor.

Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh Agus Yulianto dalam konferensi pers di Kantor Bea dan Cukai Banda Aceh, di Banda Aceh, Rabu (18//10/2017) lalu mengatakan, pihak Bea Cukai telah menunggu selama 30 hari agar importir menyelesaikan persyaratannya.

Namun karena persyaratannya tak diurus hingga batas waktu yang ditentukan, akhirnya mobil-mobil tersebut ditetapkan sebagai barang tidak dikuasai dan selanjutnya dipindahkan ke Tempat Penimbunan Pabean.

Setelah itu, pihak bea cukai masih menunggu importir menyerahkan dokumen impor ke petugas bea cukai.

Tapi hingga dua bulan, tak juga diurus, maka tetapkan sebagai barang milik negara pada Juli 2015.

Setelah itu dilakukan proses selanjutnya dan keluar keputusan pada Agustus 2017 agar barang tersebut dilelang.

Kala itu, ke-59 mobil itu dilelang dalam 1 paket dengan nilai dengan nilai limit Rp 8.266.375.000 dan jaminan lelang Rp 1,7 miliar.

Sebuah sumber Uri.co.id mengatakan, dalam lelang pada tahun 2017 lalu sudah ditetapkan pemenangnya.

“Tapi gak dilunasi oleh pemenang lelang (wanprestasi), jadi dilelang kembali setelah proses di Jakarta,” sebut sumber itu.(*) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!