Tim Gabungan Sita Barang Kedaluarsa | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tim Gabungan Sita Barang Kedaluarsa

Foto Tim Gabungan Sita Barang Kedaluarsa

* Dari 33 Toko Makanan di Pasar Langsa

LANGSA – Aparat Polres Langsa bersama Diskoperindag dan UKM, Dinas Kesehatan, serta Satpol PP dan WH Langsa, Selasa (14/6) menggelar razia makanan dan kosmetik kedaluarsa di sejumlah toko di Pasar Langsa. Dalam razia itu petugas menyita makanan dan kosmetik yang sudah kedaluarsa namun masih dijual di sejumlah kios kelontong dan minimarket di Pasar Langsa.

Kapolres Langs AKBP H Sunarya SIK, melalui Kabag Ops Kompol Jatmiko, mengatakan bahwa sebelum dilakukan razia, pihak Diskoperindag dan UKM Langsa telah mengimbau pedagang di Kota Langsa agar tidak menjual barang-barang kebutuhan masyarakat yang sudah habis masa pakainya (kedaluwarsa).

“Razia ini untuk menindaklanjuti imbauan tersebut, dan memastikan pedagang mematuhi imbauan pemerintah agar tidak menjual barang kedaluarsa, karena ini sangat merugikan konsumen,” kata Kompol Jatmiko.

Barang kedaluarsa yang disita dari pedagang kemarin, antara lain jajanan anak-anak, alat kosmetik, makanan dan bahan kebutuhan dapur lainnya. Barang-barang yang telah disita untuk sementara disimpan di Kantor Diskoperindag dan UKM, untuk selanjutnya akan dimusnahkan karena tidak bisa lagi digunakan.

“Razia ini akan terus dilakukan dengan tujuan mengawasi pedagang yang membandel dan masih menjual barang-barang kedaluarsa yang sangat membahayakan masyarakat,” ungkapnya.

Kabid Perdagangan pada Diskoperindag dan UKM Langsa, Dewi Ekawati, menambahkan, dalam razia ini juga ditemukan adanya produk kosmetik yang tak berizin beredar di pasaran. “Barang-barang yang tak memiliki izin sangat berisiko untuk digunakan, karena tidak ada standar kesehatannya. Untuk itu kami ingatkan warga lebih teliti saat membeli,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan pedagang agar tak menjual barang tak berizin, meski menawarkan keuntungan besar. Sebab pada dasarnya, hal ini merugikan pedagang dan konsumen.

“Untuk tahap ini, barang-barang kedaluarsa tersebut disita, dan pemiliknya hanya diberikan peringatan. Namun ke depan, saat razia kembali dilakukan, pedagang yang masih juga menjual barang-barang kedaluwarsa atau tak berizin, maka pedagang tersebut akan diproses hukum,” tegasnya.(zb) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id