KKP belum temukan kasus penyakit menular di Aceh

oleh

Meulaboh – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Banda Aceh hingga saat ini belum pernah menemukan kasus penyakit menular/berbahaya terhadap penumpang pesawat udara yang masuk ke Aceh melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda setelah berangkat dari luar negeri.  

"Alhamdulillah, sejak dua tahun belakangan ini belum pernah kita temukan penumpang pesawat yang membawa penyakit menular dari luar negeri yang masuk ke Aceh," kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Banda Aceh, Nuriyanto SKM MARS kepada Antara disela kegiatan sosialisasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan di Meulaboh, Kamis (2/5).

Selama ini, kata Nuriyanto, lembaga tersebut juga telah memiliki alat pemeriksa suhu tubuh (Thermoscanner) untuk mengetahui suhu tubuh penumpang pesawat udara, yang tiba di Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar.

Apabila ditemukan ada penumpang yang memiliki suhu tubuh diatas 38 derjat celcius, maka akan dilakukan pemeriksaan kesehatannya dan dirujuk ke RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, sebagai salah satu lembaga yang berwenang melakukan tindakan pemeriksaan kesehatan.

Namun, terhadap penumpang yang diduga terkena suspect penyakit menular, memang pernah ditemukan. Sbelum berhasil diketahui penyakitnya, penumpang pesawat yang baru tiba dari luar negeri tersebut lebih dulu meninggal dunia sebelum dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis.

Terkait dengan sosialisasi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan yang dilaksanakan di Meulaboh, Aceh Barat, pihaknya berharap supaya semua pemangku kepentingan (stakeholder) dapat memahami aturan undang-undang yang baru ini.

Pasalnya, dalam undang-undang tersebut memuat sejumlah aturan baru dan berbeda dengan undang-undang sebelumnya.

Dalam undang-undang ini berisi tanggungjawab semua pihak terhadap karantina kesehatan hingga ke kecamatan dan kebupatan, terdapat sanksi administratif dan sanksi hukumnya.

"Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan ini nantinya akan diterapkan setelah ada peraturan pemerintah. Makanya kita lakukan sosialisasi terlebih dahulu agar ketika diterapkan nantinya, semua pemangku kepentingan sudah mengetahui aturan baru ini," pungkas Nuriyanto.

Sebelumnya, Kepala Kantor Karantina Kesehatan Wilayah Meulaboh, Samsul Bahri dalam sambutannya berharap melalui kegiatan ini diharapkan semua pihak dapat memahami aturan baru yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah.

Hal ini diharapkan agar pemeriksaan kesehatan terhadap calon penumpang yang akan terbang ke luar negeri dalam kondisi sehat, dan setelah tiba dari luar negeri juga diharapkan dalam kondisi prima dan tidak terjangkit penyakit yang berbahaya atau menular.

"Tidak hanya bagi warga negara saja, warga asing yang tiba ke Indonesia juga wajib diperiksa kesehatannya apabila suhu tubuhnya tidak normal," pungkasnya.

 

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!