IJTI Aceh kecam oknum polisi pukul wartawan

oleh

Banda Aceh – Ikatatan Jurnalis Telivisi Indonesi (IJTI) Aceh mengecam dan mengutuk keras oknum aparat kepolisian memukul dan melakukan tindak kekerasan kepada wartawan saat peliputan Hari Buruh Internasional di Kota Bandung, Jawa Barat.

"Seharusnya aparat kepolisian memahami dan harus melindungi kerja atau profesi seorang jurnalis. Tidak merampas perlengkapan kerja jurnalis atau fotografer saat melakukan peliputan hari buruh," kata Ketua IJTI Aceh Munir Noer di Banda Aceh, Kamis (2/5/2019)

Menurut Munir, saat oknum polisi melakukan pemukulan dan merampas alat kerja, para jurnalis sedang menjalankan tugas meliput unjuk rasa. Aktivitas tersebut dilindungi undang-undang pers dan sesuai dengan kode etik profesi.

Oleh sebab itu, IJTI Pengurus Daerah Aceh mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut dan  menghukum pelaku berdasarkan undang-undang yang berlaku. 

Munir menyebutkan, Pasal 18 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers menyebutkan bahwa menghalang-halangi serta melakukan tindak kekerasan terhadap jurnalis yang tengah menjalankan tugasnya merupakan pelanggaran.

Munir menyebutkan, dari bukti video tindak kekerasan dan hasil visum, satu di antara wartawan atau fotografer Tempo, atas nama Reza, mengalami lebam di bagian otot kakinya.

"Karena itu, IJTI Aceh mengutuk keras tindak kekerasan yang dilakukan oknum anggota kepolisian yang seharusnya menjadi pengayom," pungkas Munir Noer.
 

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!