Mahasiswa unjukrasa tuntut kualitas pendidikan di Aceh

oleh

Lhokseumawe, Aceh – Mahasiswa di Lhokseumawe yang mengatasnamakan dari Aliansi Mahasiswa Anti Penindasan (Amap) melakukan unjukrasa menuntut kepada pemerintah daerah agar meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh, Kamis.

Kegiatan unjukrasa yang digelar bertepatan dengan hari pendidikan nasional di depan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe tersebut, mahasiswa menuntut beberapa persoalan penting yang menyangkut dengan perbaikan pendidikan di Aceh.

Sebagaimana diutarakan oleh Ernestho. kordinator lapangan yang mengatakan, bahwa program Aceh Caroeng (Aceh Pintar) harus dihapuskan, karena tidak memberikan hasil yang optimal terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Aceh serta lebih banyak menyerap anggaran.

Selain itu, mahasiswa juga meminta kepada pemerintah untuk melakukan pemerataan guru yang berkualitas hingga ke daerah terpencil. Serta diiringi dengan upaya pemerataan infrastruktur pendidikan yang lebih baik dan merata.

Sementara itu, mahasiswa juga menuntut supaya pemerintah menghadirkan kurikulum bahasa daerah serta merevisi kurikulum pendidikan dan juga menghapuskan liberalisasi pendidikan, juga mengembalikan pendidikan sesuai dengan asasnya.

Pada kesempatan itu, mahasiswa juga meminta kepada pemerintah daerah untuk mensejahterakan guru honorer, karena dianggap banyak guru honorer yang telah bekerja keras akan tetapi kesejahteraannya jauh di bawah guru yang berstatus PNS. Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Lhokseumawe, yang melakukan aksi unjukrasa tersebut diterima oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe Nasruddin.

Dalam menanggapi aksi dan tuntutan mahasiswa tersebut, pihaknya akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada atasannya untuk ditindaklanjuti. Serta pada kesempatan itu juga, disampaikan beberapa kemajuan pendidikan di Kota Lhokseumawe serta dalam waktu dekat akan menyusun kurikulum tentang kearifan lokal untuk menampung nilai-nilai muatan lokal, katanya.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.30 wib tersebut berakhir pada pukul 12.00 wib dengan kondisi tertib dan tidak terjadi tindakan yang tidak diinginkan.
 

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!