Lestarikan Bahasa Aceh, Adnan Meupep-Pep Dapat Penghargaan dari DPD RI | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Lestarikan Bahasa Aceh, Adnan Meupep-Pep Dapat Penghargaan dari DPD RI

Foto Lestarikan Bahasa Aceh, Adnan Meupep-Pep Dapat Penghargaan dari DPD RI

aceh.Uri.co.id, BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma memberikan penghargaan kepada Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Dit Lantas Polda Aceh, AKBP Drs H Adnan atas kepeduliannya melestarikan bahasa Aceh dalam memberikan edukasi berlalu lintas yang baik melalui program polisi meupep-pep (cerewet).

Penghargaan itu diberikan di sebuah warung kopi di Banda Aceh, Senin (13/6/2016) malam.

Program polisi meupep-pep adalah program unggulan Polda Aceh dalam memberikan pendidikan berlalu lintas yang baik bagi pengendera kenderaan di jalan raya.

Program yang diciptakan Adnan pada 10 April 2013 itu sudah dicanangkan diseluruh Aceh.

“Apa yang dilakukan Bang Adnan saat ini bukanlah untuk kepentingan dirinya sendiri. Saya berharap program Adnan Meupep-pep ini harus ada estafet dari generasi-generasi lain sehingga program ini bisa kontinu. Kita harapakan setiap daerah mempunyai motor pengeraknya masing-masing dalam mensosialisasi bahasa daerah,” kata anggota Komite III DPD RI ini.

Penggunaan bahasa daerah yang digunakan oleh Adnan, menurut Haji Uma, sangat efektif dalam mengakampanyekan tentang keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat.

“Kita lihat ini satu gagasan yang sangat berlian dan inovatif, jadi pantas diberikan diapresiasi atas inovasi yang beliau kembangkan selama ini,” ujarnya.

Menurutnya, pelestarian bahasa daerah yang diprakarsai Adnan Meupep-pep sejalan dengan rencana Komite III DPD RI yang sedang merancang satu regulasi khusus tentang bahasa daerah.

“Sebab bahasa daerah saat ini sedang dilanda krisis. Ada 300 bahasa daerah yang akan hilang dan ada 50 bahasa sudah hilang. Di Aceh sendiri ada dua bahasa yang akan hilang,” sebutnya.

Sementara Adnan menyampaikan rasa terimakasih kepada anggota DPDP RI asal Aceh, Sudirman.

Pria yang kini menjadi Koordinator Polisi Meupep-pep ini menjelaskan, tugas itu pada awalnya dilakukan atas panggilan jiwa untuk memberikan edukasi berlalu lintas yang benar bagi masyarakat.

Setiap pelanggaran yang dilakukan pengemudi langsung ditegur tanpa melihat orangnya.

“Saya melakukannya tidak mengada-ngada, saya meupep-pep berdasarkan objek. Ketika ada kesalahan pengendera yang menyalahi aturan langsung saya tegur. Siapapun yang melakukan tidak ada halangan, baik pejabat, polisi, maupun tokoh, akan saya tegur langsung. Saya tidak lihat orangnya, tapi saya lihat jenis kesalahannya,” kata. (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id