Bandar Sabu Tewas Didor | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bandar Sabu Tewas Didor

Foto Bandar Sabu Tewas Didor

* Satu Lagi Kabur Bawa Pistol

LHOKSEUMAWE – Seorang bandar sabu asal Bireuen, dilaporkan tewas dalam operasi penyergapan yang dilakukan oleh aparat Narkoba Polda Aceh bersama Polres Aceh Utara, di kawasan Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, Minggu (12/6), sekitar pukul 15.30 WIB. Seorang berhasil ditangkap, sementara seorang lainnya yang memegang pistol, kabur dengan luka tembakan di kaki kiri.

Informasi dihimpun Serambi, Mukhsin (32) yang disebut sebagai bandar sabu asal Bireuen, tewas terkena tembakan di bagian punggungnya, karena terus melakukan perlawanan, meski telah dilumpuhkan dengan tembakan di bagian kaki.

Sementara temannya, Sam (45) warga Kecamatan Tanah Jambo Aye, yang memegang sepucuk senjata api (senpi) jenis pistol, kabur dengan luka tembakan di bagian kaki kirinya. Sedangkan Adi (40), juga warga Kecamatan Tanah Jambo Aye berhasil diringkus bersama barang bukti sekitar setengah kilogram sabu-sabu.

Informasi diperoleh, penangkapan tiga bandar dan pengedar sabu-sabu ini sudah dirintis sejak beberapa hari lalu oleh Tim Subdit I Narkoba Polda Aceh. Hingga tiga hari lalu, polisi berhasil menjalin komunikasi dengan Mukhsin, seorang bandar SS asal Bireuen.

Anggota polisi yang menyamar sebagai calon pembeli ini kemudian melakukan perjanjian untuk melakukan transaksi SS. Namun, dari sejumlah tempat yang dijanjikan sebagai lokasi transaksi, seperti kawasan Bireuen, Lhokseumawe, Pidie Jaya, selalu dibatalkan pria tersebut dengan berbagai alasan.

Pada Minggu (12/6) siang, Mukhsin kembali mengarahkan lokasi transaksi di kawasan Pantonlabu, tapi lagi-lagi dibatalkan. “Kemudian terakhir, Mukhsin berjanji untuk transaksi SS di kawasan Desa Geulumpang Payong Kecamatan Baktiya,” ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Wawan Setiawan melalui Wakapolres Kompol Suwalto kepada Serambi tadi malam.

Setiba di sebuah rumah yang dijanjikan Mukhsin, seorang petugas langsung turun dari mobil. Lalu Adi keluar dari sebuah rumah, membawa SS seberat setengah kilogram, disusul Sam dan Muksin berjalan di belakang.

Setelah menerima SS tersebut, polisi langsung meringkus Adi. Sejurus, aparat yang berada dalam mobil bergerak cepat meringkus Sam dan Mukhsin. “Keduanya berusaha memberontak setelah berhasil ditangkap, sehingga petugas terpaksa melepaskan tembakan untuk melumpuhkan Mukhsin. Namun, karena melawan, tembakan untuk melumpuhkan mengenai bagian punggung,” kata Kompol Suwalto.

Sementara Sam, berusaha mengambil senjata api yang diselipkan di pinggangnya. Hal ini membuat petugas segera melepaskan tembakan melumpuhkan di bagian kaki kirinya. Namun, Sam berhasil kabur ke arah semak-semak di kawasan Geulumpang Payong.

Beberapa petugas yang memburunya hanya menemukan ceceran darah di sekitar lokasi. “Lalu petugas langsung membawa Mukhsin ke Puskesmas Baktiya, tapi dalam perjanalan pria itu menghembuskan nafas terakhir,” katanya.

Sedangkan Adi dan barang bukti sudah dibawa ke Mapolres Aceh Utara untuk proses penyelidikan. Hingga tadi malam, beberapa polisi sedang memburu Sam ke di kawasan Geulumpang Payong. “Petugas tadi buka puasa di semak-semak kawasan desa itu, tapi belum berhasil meringkusnya,” katanya.

Informasi diterima Serambi, sekitar pukul 20.00 WIB, jenazah Mukhsin dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia Aceh Utara. Petugas tidak menemukan identitas korban, sehingga pihak keluarganya tak bisa diberitahukan.(jaf) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id