Golkar tak Ingin Tambah Masalah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Golkar tak Ingin Tambah Masalah

Foto Golkar tak Ingin Tambah Masalah

BANDA ACEH – DPP Partai Golkar hingga kini belum mengeluarkan keputusan final siapa sosok yang akan didukung dan diusung pada Pilkada Aceh 2017, baik untuk tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Golkar tidak ingin dikotomi antara parnas dengan parlok dalam memberikan keputusan, sehingga memicu masalah baru di Aceh.

“Partai Golkar terbuka dengan siapapun dalam memberikan jabatan strategis di Aceh, baik untuk posisi gubernur/wakil gubernur, wali kota/wakil wali kota, dan bupati/wakil bupati,” kata Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Indonesia I (Sumatera dan Jawa) Partai Golkar, Nusron Wahid. Nusron menyampaikan itu di hadapan Ketua Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB), Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, Ketua DPD Partai Golkar Aceh TM Nurlif serta pengurus DPP dan DPD partai tersebut saat bersilaturahmi ke Kantor Harian Serambi Indonesia, Desa Meunasah Manyang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Sabtu (11/6).

Kedatangan rombongan disambut Pemimpin Umum Harian Serambi Indonesia H Sjamsul Kahar, Wakil Redaktur Pelaksana Nasir Nurdin dan Zainal Arifin M Nur, Sekretaris Redaksi Bukhari M Ali, dan Redaktur Politik Yocerizal.

Ketika ditanya sikap parnas–termasuk Golkar– yang selama ini terkesan mencari aman saat pilkada, Nusron berpendapat Golkar tidak demikian. “Sikap parnas termasuk Golkar saat ini tidak mencari aman. Tapi (Golkar) tidak mau menambah masalah, kita mencari sosok yang terbaik untuk memimpin Aceh,” ujarnya tanpa menyebut apa masalah dimaksud.

Dia mengungkapkan, pihaknya tetap akan mengumumkan hasil survei yang dilakukan partainya. Apabila hasil survei menunjukkan kader Golkar, maka kader tersebut akan diusung. Tapi kalau hasil survei menempatkan tokoh dari parnas lain atau parlok, Golkar juga mengusung calon tersebut asalkan bisa bekerjasama dalam membangun Aceh.

Tidak fanatik
Menurut Nusron, dalam menentukan figur kepala daerah di setiap tingkatan, Golkar tidak memaksakan kehendak untuk harus mengambil kader sendiri. “Kita tidak berfanatikria harus dari kader Golkar, tapi siapapun yang mempunyai elektabilitas kuat dan bisa diajak kerjasama untuk membangun Aceh,” ujarnya.

Itu sebabnya, tambah dia, saat ini pihaknya sedang mencari tokoh-tokoh Aceh baik dari kader Golkar maupun dari partai politik lainnya untuk diusung menjadi gubernur Aceh pada pilkada mendatang. Salah satu sosok yang sudah dipersiapkan adalah Ketua DPD Golkar Aceh, Drs TM Nurlif.

Nusron yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) ini menambahkan, kini pihaknya sedang membangun komunikasi dengan parnas untuk membangun koalisi menginggat Golkar tidak bisa mengusung calon sendiri.

Saat ini Golkar hanya memiliki 9 kursi di DPRA. Sementara syarat untuk bisa mencalonkan Gubernur/Wakil Gubernur Aceh dari jalur partai politik harus memperoleh 13 dari 81 jumlah kursi di parlemen. Artinya, Golkar hanya butuh tambahan minimal empat kursi lagi.

“Kata kuncinya adalah kita ingin siapa saja tokoh yang bisa memajukan dan memakmurkan Aceh. Kita tidak mau lihat apakah dia datang dari parnas atau palok. Semua kita anggap sama karena siapapun mempunyai hak yang sama untuk membangun Aceh,” ungkap politisi muda Partai Golkar tersebut.

Peran media
Dalam forum silaturahmi dengan Serambi, kemarin, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto mengatakan media dan partai politik memiliki peran penting dalam membangun demokrasi di Indonesia. Tanpa media, katanya, partai politik tidak bisa menyampaikan berbagai program kerjanya kepada masyarakat.

“Kerja sama antara partai politik dengan media penting sekali. Satu yang sangat penting dalam siatuasi saat ini bahwa media menjadi alat partai politk dalam menyampaikan programnya. Sehingga Partai Golkar bisa berbuat untuk kepentigan negara dan masyarakat Aceh,” sebut Setya Novanto.

Akhir Juni
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD Partai Golkar Aceh, Drs TM Nurlif mengungkapkan pihaknya akan mengumumkan kandidat yang akan didukung dan diusung oleh Golkar pada akhir Juni mendatang. Saat ini, katanya, DPP Partai Golkar sedang melakukan survei terhadap sejumlah bakal calon (balon) kepala daerah dari Aceh.

“Kita menginginkan di setiap jenjang tingkatan (provinsi dan kabupaten/kota) ada calon dari Golkar, sehingga Golkar tidak menjadi penonton dalam pilkada dan itu sudah menjadi kesepakatan kita. Sehingga tidak ada lagi kader Golkar yang bermain-main dalam proses pilkada mendatang,” tandas Nurlif.

Dia menjelaskan, pada April lalu pihaknya sudah menyelesaikan penjaringan balon kepada daerah yang akan diusung atau didukung dengan cara berkoalisi. Terhadap sejumlah nama yang lolos dari penjaringan tersebut juga sudah dikirim ke DPP untuk disurvei dengan jumlah 3-5 orang per kabupaten/kota.

“Hasil survei DPP nantinya akan menjadi pedoman bagi kita untuk menentukan sikap, apakah kita punya calon sendiri, mendukung calon (dari parnas) lain, atau kita berkoalisi dengan parpol lain untuk mengusung calon. Intinya Golkar ingin mengampil peran penting dalam pilkada,” pungkasnya.

Seperti diketahui, dari beberapa balon gubernur Aceh dari partai politik yang bermunculan, baru Ketua DPA Partai Aceh Muzakir Manaf yang sudah mengumumkan pendampingnya yaitu Ketua DPD Partai Gerindra Aceh TA Khalid.

Sementara kandidat lain masih menunggu hasil survei yang dilakukan beberapa partai termasuk Golkar. Adapun kandidat yang masih menunggu keputusan parnas adalah Irwandi Yusuf, Tarmizi A Karim, Farhan A Hamid, dan TM Nurlif.(mas) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id