Polisi Tetapkan Dua Tersangka | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Foto Polisi Tetapkan Dua Tersangka

* Dalam Kerusuhan Subulussalam

SUBULUSSALAM – Kepolisian Resor (Polres) Aceh Singkil yang juga membawahkan wilayah hukum Kota Subulussalam, mulai mengusut kasus bentrokan antara pedagang dengan personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP & WH) Kota Subulussalam yang berujung pada perusakan kantor lembaga tersebut.

“Kita sudah lakukan penyidikan dan menetapkan dua tersangka,” kata Kapolres Aceh Singkil, AKBP Muhammad Ridwan SIK, dalam keterangan persnya kepada wartawan melalui telepon selular dari Singkil, Rabu (8/6).

Menurut Kapolres Muhammad Ridwan, polisi menerima tiga laporan polisi (LP) pascabentrok fisik dan perusakan Kantor Satpol PP & WH Subulussalam sebagai ekses dari penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Malikussaleh, samping Terminal Terpadu Subulussalam hingga menimbulkan lima korban luka, Selasa (7/6) lalu.

Dari tiga laporan yang masuk ke polisi, satu menyangkut kasus perusakan Kantor Satpol PP & WH. Sedangkan dua lainnya saling lapor pemukulan antara pedagang dan petugas satpol PP setempat.

Sejauh ini, kata Kapolres Muhammad Ridwan, pihaknya telah menetapkan dua tersangka dalam kasus perusakan Kantor Satpol PP & WH Subulussalam. Namun, kapolres tidak menyebutkan nama maupun inisial kedua tersangka. Sedangkan kasus pemukulan, menurutnya, masih dalam proses penyelidikan.

Terhadap kasus perusakan Kantor Satpol PP & WH Subulussalam, penanganannya langsung dilakukan oleh Polres Aceh Singkil. Tersangka dibidik dengan Pasal 170 KUHPidana yang ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara.

Ditambahkan, sehari pascabentrok situasi Subulussalam sudah cukup kondusif meski sejumlah personel polisi terus melakukan pemantauan di lapangan untuk berjaga-jaga.

Kapolres Aceh Singkil juga mengaku akan segera kembali ke Subulussalam untuk memantau kondisi terkini. Lebih jauh, Kapolres Aceh Singkil itu mengatakan pihaknya juga memproses kasus pengaduan pemukulan yang dilaporkan dua kubu, yakni pedagang dengan Satpol PP & WH. Namun, untuk kasus saling lapor masalah pemukulan, menurut kapolres, akan diserahkan kembali kepada kedua kubu. Sebab, kedua kubu ini sebenarnya masih punya ikatan kekeluargaan. Kendati demikian, pihaknya akan melakukan proses hukum jika kedua kubu bersikukuh menyerahkan persoalan ini kepada pihak penegak hukum.

Kapolres AKBP Muhammad Ridwan menilai, jikapun kedua kubu ngotot agar kasus pemukulan tersebut diusut, maka keduanya berpotensi menjadi tersangka dan dijebloskan ke penjara.

Tapi pada prinsipnya, lanjut AKBP Muhammad Ridwan, pihaknya tetap melakukan proses penegakan hukum. “Bahwa mereka menyelesaikannya nanti secara kekeluargaan, ya kita tak bisa halangi. Semua kita serahkan kepada mereka,” ujar Kapolres Aceh Singkil.

Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Aceh Singkil, AKP Marzuki mengatakan pihaknya telah memeriksa lima orang terkait kasus bentrok fisik antara pedagang dan petugas Satpol PP & WH hingga berujung pada perusakan kantor Satpol PP setempat.

Dari kelima terperiksa, dua orang ditetapkan sebagai tersangka, yaitu SK (42) dan BD (26). Mereka tersangka dalam kasus perusakan kantor meski tidak tertutup kemungkinan akan bertambah tersangka lain. Tersangka kini diamankan di Mapolres Aceh Singkil.

Pantauan di lapangan, salah satu sudut di Jalan Malikussaleh, tepatnya samping Terminal Terpadu Subulussalam yang menjadi pemicu kerusuhan saat ditertibkan, kembali ditempati sejumlah pedagang kemarin. Kondisi di lapangan tampak aman. Aktivitas jual beli berlangsung normal. Tak terlihat penjagaan khusus.

Diberitakan terdahulu, penertiban PKL di Kota Subulussalam oleh tim terpadu yang dikomandoi Satpol PP berubah rusuh, Selasa (7/6). Pedagang yang tersulut emosi bukan saja mengejar anggota Satpol PP di lapangan, tapi juga menyerbu petugas yang siaga di kantor. Polisi melepaskan rentetan tembakan peringatan untuk membubarkan massa. Lima orang dilaporkan terluka akibat insiden itu.

Operasi penertiban PKL yang juga melibatkan tim Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Subulussalam tersebut dimulai pukul 10.00 WIB. Awalnya penertiban diwarnai cekcok mulut antara pedagang sayur dengan satpol PP. Pedagang yang didominasi kaum ibu keberatan dengan tindakan satpol PP yang dianggap terlalu berlebihan. Pedagang juga keberatan ditertibkan dengan alasan tak memiliki kios atau lapak di lokasi pasar yang baru dibangun pemerintah.

Pihak satpol PP yang dipimpin Abdul Malik tetap melakukan penertiban dengan alasan lapak pedagang telah memasuki bahu jalan. Pedagang tetap bertahan sambil terus terlibat adu mulut dengan tim satpol PP, termasuk dengan Kepala Disperindagkop UKM, Asrul. Diwarnai perang mulut, petugas tetap membongkar lapak jualan pedagang. Keadaan kian memburuk ketika beberapa orang merobohkan tenda (pos jaga) petugas satpol PP karena menurut mereka tenda itu berdiri di atas bahu jalan. (lid) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id