Penyelenggara Kontes Dituntut Minta Maaf | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Penyelenggara Kontes Dituntut Minta Maaf

Foto Penyelenggara Kontes Dituntut Minta Maaf

BANDA ACEH – Penyelenggara kontes Indonesian Model Hunt 2016 di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh dituntut minta maaf di semua media massa.

Pernyataan itu disampaikan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal SE, kepada Serambi di ruang Kerjanya, Senin (29/2). Menurutnya, petugas Satpol PP dan WH Banda Aceh sudah mendengarkan keterangan dari lima orang penyelenggara, Minggu (28/2).

“Saat diinterogasi, kelima orang panitia penyelenggara mengaku bersalah karena tidak mengurus izin terlebih dulu. Mereka kita suruh minta maaf kepada masyarakat Aceh lewat media,” ujar Illiza. Menurutnya, kegiatan tersebut membuat masyarakat resah, sebab kontes model dengan pakaian terbuka seperti itu bisa dilakukan di negeri bersyariah.

Illiza menambahkan, saat interogasi pertama yang dihadiri langsung olehnya, pihak penyelenggara berkali-kali menyebut bahwa kontes itu sebenarnya menampilkan model berhijab saja. Menurut penyelenggara, kontes itu berjalan tidak sesuai rencana, sebab saat geladi sebelumnya semua model berhijab.

“Mereka bilang sebenarnya itu kontes berhijab, tapi saya yakin itu cuma kamuflase, saya tidak percaya perkataan mereka. Buktinya, tidak ada upaya mereka menghentikan peragaan saat model berpakaian seksi berlenggak-lenggok,” ujar Illiza, sebagaimana terlihat di video yang di-upload SerambiOnTV.

Selain meminta maaf di media, kata Illiza, pihak penyelenggara juga harus bertanggung jawab dengan mengembalikan seluruh biaya yang ditanggung peserta. “Semua yang dibayarkan peserta model dalam mengikuti ajang itu harus dilunasi panitia penyelenggara secepatnya,” kata dia, seraya menyebut per peserta membayar Rp 200.000 untuk mengikuti ajang itu.

Terkait sanksi kepada manajemen hotel, Wali Kota Illiza mengaku sedang memikirkannya dengan melibatkan pihak Polresta dan Satpol PP dan WH Banda Aceh. Menurut dia, pihaknya masih mendalami sejauh mana keterlibatan hotel pada ajang tersebut. “Pengelola hotel mengaku tidak tahu soal acara modeling itu dan apa saja yang ditampilkan di dalamnya. Mereka cuma sebatas menyewakan tempat, ya tidak bisa begitu dong, itu namanya buang badan,” kata Illiza bernada kesal.

Dia menambahkan, rekam jejak Hotel Grand Nanggroe sudah dipantau pihaknya sejak beberapa tahun terakhir. Tapi kata dia, pengelola hotel itu kini sudah berganti sehingga perlu dipelajari kembali kasusnya. “Hotel Grand Nanggroe sudah pernah digerebek oleh petugas kita. Tapi saya dengar pemiliknya sudah beda sekarang, jadi masalah ini perlu kami pelajari lagi,” ujar dia.

Namun, lanjut Illiza, sanksi kepada hotel itu tetap akan diberikan. Dia akan bertemu langsung dengan pengelola hotel, untuk memastikan komitmen mereka dengan pelaksanaan syariat Islam. “Saya akan panggil mereka untuk menjelaskan secara langsung. Mereka harus tanda tangani surat perjanjian,” ujarnya.(fit) (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id