Rustam Effendi: Kenapa Baru Sekarang? | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Rustam Effendi: Kenapa Baru Sekarang?

Foto Rustam Effendi: Kenapa Baru Sekarang?

PENGAMAT Ekonomi Aceh, Rustam Effendi MEcon mengapresiasi langkah DPRA membentuk Panitia Khusus (Pansus) Perubahan Qanun Nomor 2 tahun 2013 tentang Tata Cara Pengalokasian Tambahan Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi dan Penggunaan Dana Otonomi Khusus. Pansus itu nantinya diharapkan benar-benar bisa bekerja maksimal untuk mengevaluasi penggunaan kedua dana tersebut.

“Tapi pertanyaan saya, kenapa baru sekarang? Kok telat kali jaga bapak-bapak dewan kita, selama ini ke mana saja, kenapa tidak dibuat dari dulu? Sudah delapan tahun dana otsus diberikan untuk Aceh, kok baru sekarang dibuat pansus,” kata Rustam saat diwawancarai Serambi di Banda Aceh, Senin (6/6) malam.

Menurut Rustam, pembentukan pansus tersebut sudah terlambat. Seharusnya pansus dibentuk dua atau tiga tahun setelah dana otsus mulai dikucurkan ke Aceh.

Ia menyebutkan, sudah sepantasnya setiap dana yang dialokasikan, apalagi dana otsus yang jumlahnya begitu besar, harus dievaluasi dan diaudit setiap saat untuk menjaga efektivitas penggunanaan anggaran itu sendiri.

“Dana otsus itu uang rakyat, uang kita, tujuaannya untuk pembangunan. Maka, penggunaanya jangan sampai disalahkan, harus selalu dipantau,” sebut Rustam.

Meski langkah DPRA membentuk pansus tersebut dianggap sebagai langkah tepat untuk mengevaluasi penggunaan dana otsus dan dana bagi hasil migas di Aceh, namun Rustam meminta pansus itu tidak dikemudikan oleh satu kelompok untuk kepentingan tertentu.

Menurutnya, menjelang tahun politik semuanya bisa terjadi dan tak menutup kemungkinan pansus yang awalnya dibentuk dengan tujuan yang benar bisa dicederai dengan kepentingan-kepentingan politik.

“Jangan sampai pansus ini diarahkan untuk kepentingan politik. Kita khawatir, karena pansus ini dibentuk menjelang tahun politik. Saya melihat, ini terkesan seperti pencitraan, tapi apa pun itu kita apresiasi setinggi-tingginya pihak legislatif karena telah membentuk pansus ini,” sebut Rustam.

Sudah delapan tahun penggunaan dana otsus di Aceh, tapi Rustam menilai, penggunaan dana tersebut masih jauh dari capaian yang diinginkan. Artinya, dana itu belum mencapai semua target sebagaimana diamanahkan. “Pembangunan ekonomi kita di bawah capaian yang semestinya, di bawah angka nasional. Penurunan angka kemsikinan juga belum siginifikan, termasuk lapangan kerja semakin sempit. Belum lagi daya beli masyarakat yang terus melemah. Saya haqul yakin, data ekonomi kita sangat jelek,” sebut Rustam.

Dosen Fakultas Ekonomi Unsyiah ini berharap, pansus tersebut bisa objektif dalam bekerja dan bersikap untuk kepentingan Aceh ke depan, serta tidak menempatkan pansus dalam lingkaran politik.

Kemudian, harap Rustam, pansus harus menciptakan strategi yang jitu untuk penggunaan anggaran. “Jadi, bukan hanya menemukan kesalahan alokasi, tapi harus mencari solusi jika selama ini dana itu belum tepat penggunaannya. Waktu kita semakin singkat, kita berharap dana otsus benar-benar bisa digunakan secara maksimal ke depan,” demikian Rustam Effendi. (dan) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id