Kejati Janji Tuntaskan Tunggakan Kasus Korupsi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kejati Janji Tuntaskan Tunggakan Kasus Korupsi

Foto Kejati Janji Tuntaskan Tunggakan Kasus Korupsi

BANDA ACEH – Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Raja Nafrizal menyatakan akan bekerja keras untuk menuntaskan tunggakan kasus dugaan korupsi yang berada di jajaran Kejaksaan Tinggi Aceh maupun kejaksaan negeri di 24 kabupaten/kota.

“Pada tahun 2015 lalu, mulai dari Januari-Desember, ada 67 kasus dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan penyelidikan. Sampai akhir tahun, ada 28 kasus yang telah dieksekusi,” katanya kepada wartawan, usai pertemuan dengan Komisi I DPRA, Senin (29/2) di ruang Bamus Dewan.

Raja Nafrizal mengatakan, pertemuan dengan Komisi I DPRA (membidangi masalah hukum) atas undangan dari Ketua DPRA. Turut hadir Wakil Ketua III DPRA, Dalimi SE AK, Ketua Komisi I Abdullah Saleh, serta sejumlah anggota Komisi I.

Dalam pertemuan itu, Raja Nafrizal menjelaskan program kerja Kejati Aceh tahun 2016. Antara lain, melakukan pencegahan dan penindakan. Program pencegahan yang dilakukan antara lain melakukan penyuluhan. Misalnya dalam pelaksanaan proyek APBA, melalui program TP4D (Tim Pengawalan, Pengamaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah).

Sedangkan program penindakan, lanjut Raja Nafrizal, pihaknya akan menuntaskan tunggakan kasus dugaan korupsi yang belum tuntas. “Menurut catatan tahun 2015 lalu, ada 20 kasus dugaan tindak pidana korupsi yang masih dalam penyelidikan di Kejati Aceh, segera kita mulai kembali penyidikan dan penyelesaiannya tahun ini,” ujarnya.

Sementara kasus-kasus dugaan korupsi yang sudah terlalu lama dan dari hasil penyelidikan ternyata unsur dugaan korupsi sangat lemah atau tidak bisa dibuktikan, akan dihentikan pengusutannya.

Raja Nafrizal mengatakan, penyelesaian kasus dugaan korupsi yang terlalu lama, tidak saja membuat masyarakat jadi kurang percaya kepada aparat penegak hukum, tapi juga berakibat pada matinya karir tersangka yang belum tentu bersalah.

“Mulai tahun ini, atas dukungan DPRA dan masyarakat Aceh, satu persatu tunggakan dugaan kasus korupsi itu kita selesaikan. Tidak hanya untuk tunggakan kasus dugaan korupsi di Kejati Aceh, tapi juga di Kejari kabupaten/kota, harus segera dituntaskan,” tegas Kajati Aceh, Raja Nafrizal.

Kalangan Anggota DPR Aceh berharap Kajati Aceh tidak pilih kasih atau tebang pilih dalam mengusut kasus dugaan korupsi di Aceh. Mereka juga berharap jaksa tidak mengulur-ulur pengusutan kasus dugaan korupsi, karena akan menimbulkan kecurigaan, serta ketidakpercayaan yang berakibat enggannya masyarakat untuk melaporkan kasus dugaan korupsi kepada jaksa.

Harapan tersebut disampaikan para Anggota Komisi I DPRA yang hadir dalam pertemuan dengan Kajati Aceh Raja Nafrizal dan jajarannya, di ruang Bamus DPRA, di Banda Aceh, Senin (29/2).

Wakil Ketua III DPRA, Dalimi saat membuka pertemuan mengatakan, selain bersilaturahmi dan koordinasi sebagai mitra kerja, pertemuan itu juga untuk mengetahui program kerja Kejati Aceh tahun 2016 ini, terutama terkait penyelesaian berbagai kasus tindak pidana korupsi.

Berikutnya, DPRA juga perlu mendapat penjelasan tentang peran jaksa dalam TP4D yang dibentuk Presiden Jokowi dalam kelancaran pelaksanaan proyek pembangunan daerah. Menurut Dalimi, peran ini sangat penting diketahui karena DPRA juga memiliki fungsi pengawasan.

Ketua Komisi I DPRA, Abdullah Saleh mengatakan, Kejati merupakan mitra kerja dari Komisi I DPRA yang membidangi masalah penegakan hukum. Komisi I, kata Abdullah Saleh, siap memfasilitasi pertemuan Kajati dengan berbagai intansi teknis vertikal lainnya, seperti dengan BPK, BPKP, Inspektorat, untuk kelancaran tugasnya dalam penyelesaian berbagai kasus, terutama terhadap kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Anggota Komisi I DPRA, yang hadir Muhammad Tanwir Mahdi, Muhammad Saleh, Djasmi Hass, dan Buhari Selian, berharap dalam penyelesaian kasus korupsi, hendaknya tidak dilakukan pilih kasih atau tebang pilih. Mereka juga mempertanyakan banyak dugaan kasus korupsi yang telah disidik dan ditetapkan tersangkanya, namun kasusnya belum juga disidangkan.(her) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id