Asrama Dayah Perbatasan Jorok | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Asrama Dayah Perbatasan Jorok

Foto Asrama Dayah Perbatasan Jorok

* Juga Minim Fasilitas

KUALASIMPANG – Asrama santri putra Dayah perbatasan Manurul Islam, Kampong Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang kondisi lingkungannya jorok. Kamar santri tampak kumuh dan kamar mandi asrama tidak berfungsi, bahkan menjadi tempat sampah. Padahal, bangunannya cukup megah.

Kondisi ini diketahui saat anggota DPRA Jamaluddin T Muku dan Darmawan, mengunjungi asrama dayah ini, Kamis, didampingi Kabid Program dan pelaporan badan Pembinaan Pendidikan Dayah (BPPD) Aceh, Mustafa S Sos MSi, Kepala UPTB Islamic Center BPPD Aceh Drs Muhammad Nasir, Kasie Sarana dan Prasarana Pelatihan UPTB Islamic Center BPPD Aceh, Salman SE AK MM.

Saat rombongan masuk melihat asrama putra, lantai asrama itu berserakan sisa makanan. Di kamar santri wanita, tim terkejut melihat kondisi kamar yang menjadi tempat tidur santri, kondisinya jorok, tempat kamar mandi tidak berfungsi dipenuhi sampah, buku pelajaran berserakan di lantai kamar.

Begitu juga saat melihat kamar santri laki-laki di tingkat dua, kondisinya juga sama. Dinding kamar pun dipenuhi coretan. Sementara, tidak semua kamar memiliki fasilitas tempat tidur, sehingga ada santri yang tidur hanya menggelar kasur di lantai.

“Ini dayah yang dibiayai pemerintah dan sudah puluhan miliar dana dikucurkan untuk membangun fasilitas dayah. Namun tidak diimbangi dengan pembangunan moral yang baik, salah satunya prilaku hidup bersih sesuai ajaran agama Islam,” ujar Jamal.

Kepala UPTB Islamic Center BPPD Aceh, Drs Muhammad Nasir berjanji, pihaknya akan menambah satu atau dua petugas kebersihan lagi di dayah ini, sehingga bisa mengatasi masalah kebersihan di asrama dayah tersebut.

Sementara, Kepala Badan Dayah Perbatasan, Manurul Islam, Multazam mengatakan, kamar yang berserakan sampah merupakan kamar yang telah dikosongkan santri yang telah tamat belajar. Kamar tersebut akan digunakan untuk penerimaan santri baru. “Namun kami belum melakukan gotong royong membersihkan kamar tersebut, jadi kelihatannya jorok,” jelasnya.

Sedangkan kamar mandi asrama santri putra memang tidak berfungsi sejak awal. “Ada instalasi yang salah pada awal pembangunan asrama putra, dan sampai sekarang belum diperbaiki. Sedangkan untuk ruang belajar para santri juga masih kurang. Selama ini, proses belajar santri aliyah dan tsanawiyah masih digabung dalam satu kelas,” ujarnya.(md) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id