Angin Kencang Masih Landa Aceh Selatan, Warga Diminta tak Beraktivitas di Luar Rumah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Angin Kencang Masih Landa Aceh Selatan, Warga Diminta tak Beraktivitas di Luar Rumah

Foto Angin Kencang Masih Landa Aceh Selatan, Warga Diminta tak Beraktivitas di Luar Rumah

aceh.Uri.co.id, TAPAKTUAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

Imbauan itu disampaikan seiring dengan kondisi cuaca ekstrim berupa angin kencang yang terus melanda kawasan dimaksud sejak beberapa hari terahir ini.

“Dengan cuaca seperti ini alangkah baiknya masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah. Sebab angin kencang seperti ini bisa mengundang bahaya. Bisa saja pohon tumpang akibat terpaan angin,” kata Kabid Kedaruratan, Logistik dan Peralatan BPBD Aceh Selatan, Rahmad Humaidy kepada aceh.Uri.co.id, Senin (30/5) malam.

Menurut Rahmad, menyikapi kondisi ekstrim seperti sekarang ini, BPBD Aceh Selatan terus melakukan pemantauan di titik – titik rawan bencana.

Kendati demikian, pihaknya menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terutama warga yang tinggal di pinggir laut dan daerah yang pada perpohonan.

“Ada beberapa gampong dalam Kecamatan Tapaktuan terkena dampak pasang purnama. Pasang purnama ini bukan hanya menggenangi, namun juga turut merusak rumah penduduk,” ungkapnya. (VIDEO Rumah Warga Rusak Dihantam Pasang laut)

Oleh karena itu, kewaspadaan menjadi hal yang terpenting untuk mencegah tajuhnya korban jiwa. Sebab ketinggian gelombang laut saat ini sangat mengancam rumah penduduk yang ada di pinggir pantai.

“Sangat rawan. Karenanya perlu kewaspadaan masyarakat, terutama yang tinggal di pinggir pantai dan daerah yang banyak perpohonan,” pungkasnya.

Imbauan serupa juga disampaikan Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, May Fendri SE. Dia juga mengimbau para nelayan setempat untuk mengurungkan niat mereka turun kelaut, mengingat ketinggian gelombang saat ini bisa mengancam keselamatan nelayan.

“Sebaiknya tidak usah melaut dulu, karena ketinggian gelombang saat ini bisa mengancam keselamatan nelayan,” pungkasnya. (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id