Siap Ajukan Pensiun Dini | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Siap Ajukan Pensiun Dini

Foto Siap Ajukan Pensiun Dini

BAGI sebagian masyarakat Aceh, sosok Ir Teuku Alaidinsyah MEng sudah tak asing lagi. Pria kelahiran Aceh Besar, 24 Agustus 1962 ini adalah Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh yang telah menjabat selama dua periode. Saat ini ia juga tercatat sebagai dosen tetap di Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh.

Dalam wawancara dengan Serambi di Banda Aceh kemarin, Alaidinsyah mengatakan, keputusannya untuk berpasangan dengan Apa Karya sudah final dan ia telah menyetujuinya.

Mengenai profesinya sebagai PNS, Alaidinsyah mengaku siap mengajukan pensiun dini jika undang-undang mengharuskan dirinya mundur karena maju sebagai calon wakil gubernur bersama Apa Karya. “Ini kan belum jelas bagaimana ketentuannya. Yang jelas, keputusan ini adalah hasil istikharah saya. Jika pun nanti harus mundur, saya siap mengajukan pensiun dini, insya Allah,” kata Alaidinsyah.

Mantan kader Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI) Aceh ini menyebutkan, syarat seorang PNS untuk mengajukan pensiun dini itu minimal telah mengabdi selama 25 tahun. Sementara Alaidinsyah, saat ini telah mengabdi 28 tahun tehitung sejak 1988 hingga 2016. Itu artinya, dosen arsitektur ini sudah cukup syarat jika ingin mengajukan pensiun dini.

“Tapi kan ini belum jelas bagaimana undang-undangnya, saya akan musyawarah dulu. Tapi yang pasti, saya siap untuk mundur dari PNS jika memang harus, saya siap ajukan pensiun dini,” sebut alumnus ITS Surabaya ini.

Alaidinysah menyebutkan, selama ini ada sebagian masyarakat yang terus mendorong dirinya untuk maju pada Pilkada 2017, karena dianggap mampu. Ditanya kenapa harus dengan Apa Karya, Alaidin menyebutkan karena Apa Karya memang telah memintanya. Namun, di balik itu semua, Alaidinysah mengaku ada kesamaan visi dan misi antara dirinya dengan Apa Karya. “Beliau salah seorang tokoh eks kombatan GAM yang saat ini mampu melobi ke pusat, nah saya insya Allah mampu bekerja di belakang beliau jika memang kami ditakdirkan menjadi gubernur dan wakil gubernur,” kata Alaidinysah.

Alaidinsyah mengaku, perbincangan terkait pasangan Apa Karya baru dilakukan dalam satu bulan terakhir, namun sebelumnya ia mengaku intens berkomunikasi dengan Apa Karya. Ia juga mengaku telah lama mengenal Apa Karya dan mengaku sama-sama dekat dengan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla. “Visi dan misi kami dari dulu memang sama, dan kita anggap selama ini kita bisa jadi teamwork, beliau kemudian meminta saya dan saya pun merasa cocok,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, sosok Apa Karya yang berasal dari eks kombatan dan dekat dengan rakyat menjadi salah satu alasan dirinya mau berpasangan dengan Apa Karya. Sementara dia yang selama ini berkecimpung dalam birokrasi, dianggap menjadi pelengkap Apa Karya untuk membangun Aceh yang lebih baik lagi. “Tujuan saya lillahi Ta’ala untuk membangun Aceh untuk mengabdi kepada masyarakat Aceh. Aceh selama ini belum stabil dan masih banyak yang harus dikerjakan, makanya kami berniat untuk itu,” sebut Teuku Alaidinsyah.

Dalam pertemuan kemarin, kata Alaidinysah, antara dirinya dengan Apa Karya telah mengikat sebuah janji, yakni komitmen bersama, bekerja untuk kepentingan masyarakat Aceh jika nanti ditakdirkan terpilih pada Pilkada 2017. “Saya juga bilang tadi sama Apa Akrya, jika nanti ditakdirkan untuk memimpin Aceh, antara saya dengan beliau harus selalu harmonis hingga masa akhir jabatan. Kami mohon doa dari semuanya, semoga langkah ini dimudahkan,” harap Alaidinsyah. (dan) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id