Menanti Konsistensi Polandia | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Menanti Konsistensi Polandia

Foto Menanti Konsistensi Polandia

BAGI Polandia, Piala Eropa di Prancis menjadi edisi ketiga mereka hadir di perhelatan puncak sepakbola Benua Biru ini. Sebelum 2016, mereka pernah lolos pada Euro 2008, dan 2012 saat menjadi tuan rumah bersama Ukraina. Naas bagi awak Polandia, di dua turnamen Benua Biru itu, mereka terpuruk dengan status juru kunci grup.

Debut di Piala Eropa 2008, Bialo-czerwoni (Putih-Merah) berakhir dengan tragis. Bagaimana tidak, mereka gagal melaju menuju perempatfinal karena langsung terhenti di penyisihan grup. Ya, mereka tak mampu bersaing dengan Kroasia dan seteru abadinya, The Panzer Jerman. Di akhir klasemen, skuad Polandia duduk manis

di peringkat akhir dengan nilai satu. The Panzer seakan menorehkan luka lama tanggal 1 September 1939, ketika Jerman menyerbu sekaligus menguasai Polandia, hingga pecahlah Perang Dunia ke-2.

Empat tahun kemudian, tepatnya 2012, kala Polandia diberi kepercayaan tuan rumah bersama Ukraina. Lagi-lagi, prestasi buruk dituai mereka. Robert Lewandowski dkk tak mampu memanfaatkan status sebagai tuan rumah. Ya, Polandia masih dianggap anak bawang di pentas sepakbola Benua Biru. Mereka kembali jadi juru kunci setelah tak mampu membendung Republik Ceska, Rusia, dan Yunani.

Itu adalah nostalgia kelabu yang sudah jadi goresan sejarah. Kali ini, kekuatan besutan Adam Nawalka jangan dianggap remeh. Di fase kualifikasi lalu, mereka mencatat hasil gemilang. Ingat! Tim berjuluk The White Eagles sukses menciptakan sejarah besar ketika kualifikasi Piala Eropa 2016. Pasalnya, skuadra Polandia berhasil mencetak 33 gol dalam 10 partai.

Pencapaian di Grup D saat fase kualifikasi tersebut, mengalahkan jumlah tim papan atas Eropa seperti Inggris, Jerman, Italia, dan juara bertahan Spanyol. The Three Lions–julukan timnas Inggris–melesatkan 31 gol. Malah, sang juara Grup D sekaligus seteru dari Polandia, Jerman cuma bisa menjebol gawang sebanyak 24 kali.

Juara bertahan Euro, El Matador Spanyol terpaksa harus puas berada di posisi keempat dengan 23 gol. Di posisi kelima, Austria dengan 22 gol. Belum cukup, pasukan Adam Nawalka juga mencatatkan dirinya sebagai tim paling produktif mencetak gol dalam satu partai.

Ketika berlangsunya babak kualifikasi Piala Eropa, Biale Orly bisa dengan perkasa berpesta pora ke gawang Gibraltar. Dalam perlagaan Septerber 2015, Polandia menang dengan skor jomplang, 8-1. Hasil ini merupakan ulangan kemenangan mereka saat melawan ke Gibraltar. Di kandang lawan, Polandia menang 7-0 pada laga perdana September 2014.

Keberhasilan mereka kian lengkap. Tukang gedor mereka yang membela Bayern Muenchen, Robert Lewandowski dinobatkan sebagai top skor di babak kualifikasi. Mantan striker Borussia Dortmund tersebut mampu melesatkan 13 gol. Pencapaiannya itu mensejajarkan dirinya bersama pemain Irlandia, David Healy, yang membuat 13 gol dalam kualifikasi Piala Eropa 2008.

Nah, dengan kekuatan begini, sungguh sangat wajar jika Polandia sukses hadir ke Prancis. Memang, mereka datang dengan status runner-up di bawah tim juara Piala Dunia 2014 yang juga mantan sang penjajah, Jerman. Dari 10 partai dilakoninya, mereka pun hanya merasakan satu kekalahan. Adalah takluk 1-3 dari pesaing tim spesialis turnamen, Jerman. Namun, dalam pertemuan pertama, Lewandoswki bisa melantak Jerman 2-0.

Keberhasilan menghancurkan Jerman langsung menaikkan moral punggawa Polandia. Satu hal yang selama berkalang tahun, tak mampu sama sekali dilakukan. Kendati Polandia pernah memiliki generasi emas seperti Zbigniew Boniek, Jan Tomaszewski, Grzegorz Lato, dan juga Kazimierz Deyna. Namun kini, rekor tak terkalahkan Jerman di babak kualifikasi sejak 1998 silam telah dipatahkan.

Terlepas kegagalan di dua edisi sebelumnya, Polandia saat ini memang layak menjadi kuda hitam. Pasukan dari negeri mantan Pakta Warsawa itu kini punya kans bersaing di Grup C nantinya. Walaupun Artur Sobiech dkk akan bergabung bersama Ukraina, Irlandia Utara, dan kembali bertemu dengan seteru abadinya, Jerman.

Pertemuan kedua negara bertetangga pada Jumat, 17 Juni 2016 di St Denis akan menyita pecandu sepakbola dunia, dan khusunya penonton Polandia. Bagi Bialo-czerwoni, modal terbesar mereka buat menekuk Jerman, banyaknya pemain Polandia berkarier di Bundesliga.

Kini, dengan segala kegemilangan dan catatan rekor apaik ketika di kualifikasi, masihkan Polandia bisa mempertahankannya. So, pastinya semua akan menanti konsistensi mereka selama putaran final Euro. Mau bukti, mari kita saksikan penampilan ciamik dan impresive Lewandoswki cs.(imran thayeb) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id