Menyatukan Dua Pulau, Menjadi Spot Favorit Wisatawan Berfoto | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Menyatukan Dua Pulau, Menjadi Spot Favorit Wisatawan Berfoto

Foto Menyatukan Dua Pulau, Menjadi Spot Favorit Wisatawan Berfoto

* Melihat Kondisi Miris Jembatan ‘Sydney Harbour’ di Pulau Banyak

BELUM ke Aceh Singkil jika tidak singgah ke jembatan Balibung. Jembatan penghubung Pulau Balai dengan Teluk Nibung (Balibung) itu kini menjadi ikon objek wisata Kecamatan Pulau Banyak.

Jembatan gantung tersebut dibangun melengkung menggunakan rangka baja serta kabel sling. Warga setempat mengidentikkan jembatan dengan panjang sekitar 150 meter itu dengan jembatan Sydney Harbour, Australia. “Jembatannya sangat indah mirip jembatan Sydney, Australia” kata Kepala Desa Teluk Nibung, Miswadi kepada Serambi, Jumat (27/5).

Bupati Aceh Singkil Safriadi dalam beberapa kesempatan menyampaikan jembatan Balibung merupakan ikon wisata Pulau Banyak. Gubernur Aceh Zaini Abdullah diharapkan segera dapat meresmikannya. “Belum ke Pulau Banyak, jika belum berfoto di jembatan gantung Pulau Balai-Teluk Nibung. Jembatan yang membentang di atas laut ini menjadi ikon Pulau Banyak,” kata Safriadi pekan lalu saat menutup kuliah kerja lapangan mahasiswa Poltekes Kemenkes Banda Aceh di lapangan Meriam Sipoli, Gunung Meriah.

Sayangnya, jembatan yang menyatukan dua pulau berdampingan dengan Samudra Hindia itu tak kunjung tuntas dikerjakan. Sejak pembangunannya dimulai era Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, tahun 2011 lalu, jembatan ini belum dapat difungsikan. Malah dibiarkan terbengkalai lima tahun lamanya.

Pada tahun 2015 pembangunanya dilanjutkan dengan memasang kabel sling baja dan lantai jembatan. Akan tetapi tidak serta merta jembatan bisa digunakan warga melintas. Penyebabnya aboutmen jembatan belum ditimbun. Kemudian jalan penghubung dari jembatan ke Desa Teluk Nibung sekitar lima kilometer juga belum dibangun.

Bahkan tiga dari lima kilometer badan jalan terendam air laut bila sedang musim pasang dengan kedalaman mencapai 1,3 meter. “Jembatan belum bisa difungsikan sesuai peruntukan. Saat ini hanya menjadi tempat foto selfie turis yang datang,” kata Taufik anggota DPRK Aceh Singkil, asal Kepulauan Banyak, Sabtu (28/5).

Setelah selesai dipasang kabel sling dan lantai, jembatan menjadi lokasi selfie wisatawan yang berkunjung ke Pulau Banyak. Para pengunjung nekat menaiki jembatan demi mendapat angle foto yang indah, untuk diungguh ke media sosial seperti facebook dan instagram.

Dalam akun media sosial, wisatawan rama-ramai memberi nama jembatan tersebut. Ada yang menamainya dengan jembatan Balibung, Balai Bung, Balai-Teluk Nibung hingga jembatan Ujung Amerika. Pemilihan nama Ujung Amerika, ditabalkan karena dahulu kala di Pulau Balai, dekat dengan jembatan itu ada warga Amerika Serikat, melakukan uji coba pengeboran minyak bumi. “Kalau mau terkenal namai jembatan Ujung Amerika. Orang akan penasaran mengapa dinamai Ujung Amerika,” kata Nazri, warga Aceh Singkil, yang banyak mengetahui sejarah Pulau Banyak.

Keberadaan jembatan selain sebagai objek wisata, juga sangat dibutuhkan warga setempat untuk meningkatkan prekonomian. Sebab, Teluk Nibung yang dihuni 1.169 jiwa merupakan salah satu pulau cukup luas dalam 99 gugusan Kepulauan Banyak. Di Teluk Nibung, terdapat areal pertanian. Diyakini pula apabila jembatan ‘Sydney Harbour’ ini rampung, maka dapat mendongkrak ekonomi warga Kepulauan Banyak.(dede rosadi) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id