Kejari Bentuk Tim Awasi Dana Desa | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kejari Bentuk Tim Awasi Dana Desa

  • Reporter:
  • Selasa, Maret 1, 2016
Foto Kejari Bentuk Tim Awasi Dana Desa

SUKA MAKMUE – Kejaksaan Negeri Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya membentuk tim untuk mengawasi penggunaan dana desa. “Tim ini bertujuan untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi dalam penggunaan dana desa,” kata Kajari Suka Makmue Ali Saifuddin MH pada rapat kerja aparatur pemerintah gampong dan persiapan penyaluran dana desa tahun 2016 di Alun-Alun Suka Makmue kemarin.

Dia sebutkan tim yang sudah dibentuk itu nantinya juga akan melakukan pengawasan anggaran proyek pembangunan yang bersumber dari keuangan negara. Di sisi lain, ia juga mendorong masyarakat berkonsultasi dalam mengelola dana desa agar berjalan sesuai aturan yang berlaku. Pada kesempatan itu Kapolres Nagan Raya AKBP Agus Andrianto berharap dalam mengelola dana aparatur desa tindak melakukan menyimpangan yang berakibat pada pelanggaran hukum. “Jangan melakukan tindakan pelanggaran hukum apabila tidak mau dihukum,” ujarnya.

Ia juga mengimbau pengelola kegiatan dana desa supaya memanfaatkan program bantuan pemerintah ini dengan sebaik mungkin dan tepat sasaran, tepat kegiatan dan tepat administrasi.

Sementara itu Dandim 0116 Nagan Raya Letkol Arm Erland Hendriatna mengatakan aparatur desa dapat melaporkan kepada aparat penegak hukum termasuk TNI, apabila terdapat oknum tertentu yang mengintervensi atau melakukan ancaman dalam penggunaan dana desa di masyarakat. “Bila ada tindakan ini silahkan lapor ke polisi atau TNI, supaya pelakunya bisa ditindak tegas,” tegas Dandim.

Pada kesempatan yang sama Bupati Nagan Raya HT Zulkarnaini juga menyerahkan pagu alokasi dana desa sebesar Rp 194 miliar lebih kepada perwakilan sepuluh kecamatan. Pagu dana desa yang diserahkan itu terdiri atas bantuan dari APBN sebesar Rp 132 miliar dan alokasi dana gampong (ADG) dari APBK sebesar Rp 61 miliar. “Untuk tahun 2016 ini rata-rata gampong di Nagan Raya memperoleh dana sebesar Rp 800 juta sampai Rp 900 juta per gampong,” kata bupati.

Bupati juga mengingatkan keuchik supaya dana desa yang akan diterima pada April mendatang agar dapat digunakan secara transparan dan tepat sasaran. “Tidak boleh ada yang disembunyikan, kalau perlu tempel di tempat umum setiap rencana penggunaan dana. Bila ada dana desa yang diperuntukkan tak sesuai ketentuan, segera laporkan kepada saya,” kata bupati.(edi) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id