Pengacara Komeng Minta Keringanan Hukuman | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pengacara Komeng Minta Keringanan Hukuman

Foto Pengacara Komeng Minta Keringanan Hukuman

LHOKSUKON – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara, diminta meringankan hukuman terhadap Faisal (37) alias Komeng, anggota Nurdin Ismail alias Din Minimi yang menjadi terdakwa dalam kasus kepemilikan senjata api (senpi) ilegal. Sebab terdakwa bergabung dengan Din Minimi untuk memperjuangkan keadilan bagi rakyat banyak.

Demikian antara lain isi pleidoi (pembelaan) yang disampaikan Anita Karlina SH, pengacara Komeng dalam sidang lanjutan kasus itu di PN Lhoksukon, Senin (29/2) sore. Sidang dipimpin Abdul Wahab MH didampingi hakim anggota T Almadyan SH dan Saptika Handhini SH, dan dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Heriansyah SH.

Untuk diketahui, pada sidang sebelumnya, 22 Februari 2016, Komeng dituntut tujuh tahun penjara karena menurut jaksa ia melanggar Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1952 Tentang Senpi, Bahan Peledak dan Senjata Tajam, Juncto Pasal 55 KUHPIdana. Pria asal Seuneubok Aceh, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara itu ditembak tim Polda Aceh, 11 Juli 2015 di rumahnya, karena berusaha kabur.

Anita meminta keringanan hukuman terhadap klienya, karena Komeng selama ini berkelakuan baik di masyarakat, dan dalam proses persidangan juga bersikap sopan serta mengakui perbuatannya. Selain itu ia menjadi tulang punggung keluarga dan masih memiliki tanggungan terhadap istri dan anaknya. “Untuk itu kami mohon putusan yang seadil-adilnya kepada majelis hakim,” ujar Anita.

Menanggapi pembelaan itu, jaksa menyampaikan materi replik secara lisan, yaitu tetap pada tuntutannya. Lalu majelis hakim menunda sidang itu pada 7 Maret 2016, dengan agenda mendengar materi amar putusan. Lalu, Komeng langsung dibawa pulang petugas ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon, Aceh Utara, setelah sempat dititip di ruang penahanan PN setempat.(jaf) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id