Ribuan Pala Mati Diserang Hama | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ribuan Pala Mati Diserang Hama

Foto Ribuan Pala Mati Diserang Hama

BLANGPIDIE – Ribuan batang pohon pala di kawasan Gunong Jirat, Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dilaporkan mati diserang hama jenis penggerek batang. Serangan hama yang sangat mematikan itu mengakibatkan petani rugi besar.

Tokoh masyarakat Kecamatan Setia, Zainal Abidin kepada Serambi Selasa (24/5) menjelaskan, tanaman pala yang mati mendadak diserang hama ganas tersebut, terutama terjadi di kawasan Gunong Jirat meliputi tiga gampong dan lima gampong di Kecamatan Jeumpa, Abdya.

“Bukan saja tanaman pala besar (berumur puluhan tahun), tanaman pala muda (penanaman tahun 2013) juga punah diserang hama,” kata Zainal. Menurut dia, jika tanaman pala terkena serangan hama penggerek batang, maka tanaman pala produktif segera layu daun dan dalam kurun waktu kurang dari sebulan tanaman pala mati dengan kondisi hanya tinggal ranting. Serangan hama yang sangat dahsyat itu mengakibatkan produktivitas pala di Kecamatan Setia menurun drastis.

“Peristiwa ini merupakan pukulan berat bagi petani yang mengandalkan pendapatan sehari-hari dari produksi pala. Terlebih lagi, ketika produksi menurun, harga pala di tingkat petani juga menurun”, ujarnya. Setahun lalu, harga pala basah di tingkat petani Rp 20.000 per kilogram, sekarang ini turun sekitar Rp 18.000 per kilogram. Para petani pala setempat mendesak Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) segera mencari solusi menangani serangan hama. Di sisi lain, akibat ratusan hektare tanaman pala sudah punah, berkembang wacana para petani untuk mengganti tanaman pala dengan tanaman kopi. Karena itu mereka berharap Pemkab Abdya menyetujuinya dan membantu bibit.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Abdya, Herman Suriadi, mengatakan pihaknya sudah meminta bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh untuk membantu pengendalian hama pala di Kabupaten Abdya. “Direncanakan, pihak provinsi melancarkan demonstrasi pengendalian setelah bulan Ramadhan. Bila nanti ampuh, akan dilaksanakan pengendalian secara lebih luas,” kata Herman. (nun) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id