Hujan dan Badai Rubuhkan Pohon | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Hujan dan Badai Rubuhkan Pohon

Foto Hujan dan Badai Rubuhkan Pohon

* Stand Pameran FSF Berantakan

BANDA ACEH – Angin kencang disertai hujan melanda Banda Aceh, Aceh Besar dan sekitar, Senin (23/5) siang. Cuaca buruk diiringi badai tiba-tiba itu, tak hanya menumbangkan pohon dan merintangi badan dan ruas jalan utama di wilayah kota dan Aceh Besar, sempat terganggu. Bahkan, pagar pembatas pembangunan Masjid Raya Baiturrahman, rubuh dihempas angin kencang.

Sementara angin kencang di Sabang telah membuat Stand Pameran Festival Sabang Fair (FSF) III di Sabang berantakan. Di Banda Aceh dan Aceh Besar angin kencang membuat para pengendara sepmor yang melintasi kawasan sempit dan padat arus lalulintas di Simpang Surabaya, terlihat panik sesaat melihat gumpalan pasir dan debu, menghalangi pandangan, terpaksa menepi.

Angin kencang itu menumbangkan sebatang pohon di kawasan Gampong Siron di lintasan Lambaro-Blangbintang. Namun, beberapa saat setelah itu petugas BPBD Aceh Besar tiba di lokasi dan membersihkan pohon yang menutupi badan jalan tersebut, sehingga arus lalulintas kembali lancar.

Selain itu, sejumlah tenda dan rak para pedagang kaki lima di Ulee Kareng juga bertumbangan.

Sementara angin kencang di Kota Sabang Senin kemarin terjadi sore hari. Tragedi itu mengakibatkan sejumlah stand pameran Festival Sabang Fair (FSF) dan Teknologi Tepat Guna di Arena Sabang Fair berantakan.

Arus listrik di Pulau Weh juga mati bersamaan dengan terjadinya angin kencang yang terjadi sekitar 40 menit itu. Kondisi ini mengakibatkan para petugas jaga stand harus bekerja ektra memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan akibat badai itu. Selain itu dahan pohon patah berjatuhan menutupi badan jalan, seperti jalan Simpang Paradiso menuju Sabang Fair.

Kepala Seksi Data dan Informasi (Datin) BMKG Bandara Sultan Iskandarmuda Blangbintang, Zakaria SE kepada Serambi Senin (23/5) sore mengabarkan, cuaca buruk yang menimpa sebagian wilayah Aceh ini, terjadi bersamaan muncul pusaran angin di Samudra Hindia dan tinggginya suhu udara dipagi hari, terjadi karena adanya peningkatan penguapan air laut, disertai munculnya awan konvektif. Kondisi ini, sebut Zakaria, terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara yang signifikan, sehingga mengakibatkan lifting indek tinggi dan membuat awan cumulonimbus semakin subur.(awi/az) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id