Pelaksanaan Pilkada Harus Akses Disabilitas | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pelaksanaan Pilkada Harus Akses Disabilitas

  • Reporter:
  • Selasa, Mei 24, 2016
Foto Pelaksanaan Pilkada Harus Akses Disabilitas

BANDA ACEH – Penyelenggara pilkada di Aceh diminta lebih peduli pada penyandang disabilitas pada saat musim pemilihan. Sebab, selama ini para penyandang disabilitas di Aceh kerap mendapat perlakuan diskriminasi dari penyelenggara karena tidak menyediakan tempat yang mudah diakses pada saat pencoblosan.

Hal itu terungkap dalam pelatihan panduan media untuk pemberitaan pemilu akses yang digelar oleh Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) dan International Foundation for Electoral Systems (IFES) bersama KIP Aceh. Kegiatan yang diikuti para wartawan dan penyandang disabilitas itu digelar di Hotel Hermes Palace, Senin (23/5).

“Kita meminta kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang tersebar di 10 ribu lebih tempat di Aceh untuk benar-benar memperhatikan aksesbilitas bagi penyandang disabilitas. Ini terus dikomunikasikan (ketingkat bawah) karena satu suara dari penyandang disabilitas sama seperti suara teman-teman wartawan,” katanya saat menjadi pemateri.

Dia mengatakan, pemilu akan lebih berkualitas apa bila semakin banyak pemilih yang berpartisipasi. Namun, sayangnya saat ini masih ada stigma terhadap penyandang disabilitas dari masyarakat sebagai orang yang mengalami kelainan dan penyakit sehingga tidak dilibatkan dalam pemilihan.

Selain itu, tambahnya, persoalan yang kerap dihadapi para penyandang disabilitas tidak tersedianya tempat pemungutan suara (TPS) yang aksebiliti. Padahal, pelayanan terhadap para penyandang disabilitas sudah diatur dengan jelas. “Karena setiap warga negara memiliki hak untuk dipilih dan memilih,” ujarnya.

Sementara peneliti dari JPPR, M Afifuddin mengatakan tujuan pihaknya melakukan kegiatan itu untuk memastikan KIP Aceh memberi jaminan agar penyandang disabilitas bisa berpartisipasi dalam pemilihan. Tak hanya itu, menurutnya, penyandang disabilitas juga berhak untuk menjadi penyelenggara pemilu.

“Kita berharap KIP dan jajarannya benar-benar memastikan penyelenggaraan pilkada Aceh 2017 nanti berlangsung aksesibel dengan memperhatikan semua hal yang terkait pemenuhan kebutuhan pemilih penyandang disabilitas, seperti penyediaan bantuan bagi pemilih di TPS, alat bantu braile bagi disabilitas netra, dan alat penerjemah bahasa isyarat (sign intepreter) dalam sosialisasi maupun debat kandidat,” katanya.(mas) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id