DPR Minta Kapolri Beri Kebijakan Khusus untuk Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

DPR Minta Kapolri Beri Kebijakan Khusus untuk Aceh

Foto DPR Minta Kapolri Beri Kebijakan Khusus untuk Aceh

* Terkait Penerimaan Taruna Akpol

JAKARTA – Dua Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, Muslim Ayub dan Nasir Djamil, meminta Kapolri Jenderal Polisi, Badrodin Haiti, memberikan kebijakan khusus terkait minimnya lulusan SMU/sederajat asal Aceh yang diterima sebagai calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol).

Keduanya menyampaikan hal ini saat bertemu Kapolri di Mabes Polri, Senin (23/5). Kapolri dalam pertemuan itu didampingi Irwasum Polri, Kadiv Propam, dan Ass SDM Polri.

“Ternyata lulusan SMU atau sekolah sederajat asal Aceh yang diterima di Akpol sangat sedikit dibanding daerah lainnya, terutama dari Jawa. Karena itu, kita minta ada perhatian dan kebijakan khusus untuk Aceh,” kata Muslim Ayub.

Aceh memperoleh sepuluh kuota tiap tahun di Akpol, tapi tidak semuanya bisa dipenuhi, karena terkendala persyaratan standar kelulusan nilai rata-rata hasil UN minimal 6,0.

Dikatakan Muslim Ayub, dengan kondisi pendidikan Aceh yang ada selama ini, sangat sulit bagi siswa-siswi Aceh untuk mendapatkan nilai rata-rata kelulusan di angka tersebut, pihaknya menginginkan setidaknya syarat penerimaan calon taruna Akpol khusus Aceh angkanya diturunkan menjadi 5,7. “Sehingga jumlah kuota 10 orang itu, bisa diisi oleh putra-putri Aceh yang ingin mengabdi di lembaga kepolisian,” kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Disebutkan, Aceh menempati urutan 32 dari 34 provinsi di Indonesia dalam dunia pendidikan. Karena itu, menurut anggota komisi Hukum DPR ini, sangatlan wajar, jika ada kebijakan yang sedikit berbeda di banding dengan provinsi lain.

Hal senada disampaikan Nasir Djamil. Menurut politisi PKS ini, standar nilai minimal kelulusan SMU/sederajat yang menjadi syarat penerimaan calon taruna Akpol, untuk Aceh perlu ada kebijakan khusus dari Kapolri. Karena itu ia meminta agar jumlah kuota yang ada tidak diisi lulusan luar Aceh.

“Kita berharap Kapolri bisa mengakomodir ini. apalagi proses penerimaan taruna AKPOL untuk tahun ini sudah masuk dalam APBN,” katanya.

Menanggapi permintaan tersebut Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, menyatakan akan memberi perhatian khusus kepada calon taruna AKPOL asal Aceh. Kapolri memahami situasi pendidikan Aceh yang belum sepenuhnya bisa pulih setelah konflik. Jenderal Badrodin Haiti menerima usulan untuk standar nilai rata-rata kelulusan SMU diberikan perlakuan yang khusus, tetapi dengan jangka waktu yang terbatas.

Menurut Kapolri, minat lulusan SMU/sederajat di Aceh yang ingin masuk taruna Akpol cukup tinggi. Tetapi selama ini kuota yang tersedia tidak bisa dipenuhi karena terkendala syarat tersebut. Karena itu, kedepan, kendala ini akan menjadi perhatian dari kepolisian. (fik) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id