97% Warga Tetap Nasabah Bank Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

97% Warga Tetap Nasabah Bank Aceh

Foto 97% Warga Tetap Nasabah Bank Aceh

* Hasil Survei untuk Konversi ke Syariah

BANDA ACEH – Direktur Syariah dan SDM Bank Aceh, Haizir Sulaiman, mengatakan berdasarkan hasil survei di 13 kabupaten/kota di Aceh, 97 persen masyarakat Aceh mengaku akan tetap menjadi nasabah Bank Aceh, ketika konversi sepenuhnya bank ini dari sistem konvensional ke syariah terwujud yang rencananya pada Agustus 2016 bertepatan HUT ke-43 bank ini.

Haizir menyampaikan hal ini saat menjadi narasumber dalam seminar ekonomi dan keuangan syariah di Auditorium Ali Hasjmy Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, Senin (23/5). Seminar diadakan Pusat Pelatihan dan Penelitian Ekonomi, Keuangan, dan Kebijakan Publik Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry ini bertema “Ke Arah Mana Konversi Bank Aceh Syariah”.

“Dari 13 kabupaten/kota disurvei, Subulussalam memperoleh persentase 100 persen, padahal di kota ini tidak semua penduduknya muslim,” kata Haizir.

Haizir mengatakan dalam proses konversi ke syariah, pihaknya saat ini sedang mengembangkan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan dan pelatihan dasar perbankan syariah, serta pendidikan aplikasi sistem IT untuk seluruh karyawan. Dia menyebutkan, arah konversi Bank Aceh Syariah yaitu tauhid untuk melindungi agama, jiwa, pikiran, harta, dan keturunan.

“Arah lainnya, bisnis untuk menghindari riba dengan prinsip investasi bagi hasil, mengedepankan hubungan kemitraan dengan seluruh nasabah, melakukan investasi pada bidang-bidang yang halal saja, tidak adanya gharar dan maisir,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Aceh, Achmad Wijaya Putra, yang juga menjadi nara sumber dalam acara ini, mengatakan untuk mewujudkan konversi ke syariah, pihak bank ini harus meningkatkan SDM berbasis syariah dan kesiapan TI. Pasalnya, dari hampir 1.800 karyawan bank itu, baru 300 orang yang sudah memahami secara teknis sistem syariah.

Ia juga menambahkan, konversi Bank Aceh ke syariah nantinya dapat melahirkan produk-produk yang lebih bervariasi untuk ditawarkan ke masyarakat. “Kami berharap bank Aceh syariah nantinya tidak hanya diperuntukkan untuk produk-produk bersifat konsumtif, tapi juga produk yang memberikan pembiayaan kepada masyarakat. Maka dalam hal ini diperlukan SDM yang memahami untuk dapat menjalankan itu semua,” sambungnya.

Kemarin, seminar itu diadakan bertepatan peresmian lembaga Centriefp (Centre for Training & Research in Islamic Economics, Finance & Public Policy) atau Pusat Pelatihan dan Penelitian Ekonomi dan Keuangan, dan Kebijakan Publik Islam, pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, yang didirikan oleh para akademisi di UIN Ar-Raniry pada awal 2016.

Direktur Eksekutif Centriefp, Dr Hafas Furqani memaparkan, “Centriefp hadir sebagai lembaga yang fokus di bidang penelitian, pelatihan dan pengembangan ekonomi dan keuangan Islam serta kebijakan publik yang relevan dengan konsep- konsep Islami,” ujarnya. Selain peresmian lembaga Centriefp, kemarin juga dilakukan penandatanganan MoU antara Bank Aceh dengan Centriefp dan FEBI, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. (una) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id